Komisi IV DPRD Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk mempelajari strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kunjungan ini fokus pada adopsi manajemen rumah sakit, transformasi digital, hingga keberhasilan penyelesaian keluhan pasien guna diterapkan di fasilitas kesehatan Kaltara.
BALIKPAPAN — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan langkah strategis dengan meninjau langsung tata kelola RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya serius legislatif untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Bumi Benuanta.
Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska, bersama anggota komisi Listiani dan Rahman, memfokuskan koordinasi pada manajemen rumah sakit yang kini menjadi rujukan utama di Kalimantan Timur tersebut. Langkah ini diambil guna menyerap praktik terbaik yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan mutu layanan medis.
Tamara Moriska menegaskan bahwa capaian RSUD dr. Kanujoso merupakan tolok ukur penting bagi pengembangan fasilitas kesehatan di Kalimantan Utara. Transformasi yang dilakukan rumah sakit ini dinilai mampu memberikan dampak nyata, baik secara manajerial maupun pelayanan langsung kepada masyarakat.
Capaian Target Pendapatan 114 Persen Jadi Inspirasi Kaltara
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan Komisi IV adalah performa finansial dan efisiensi manajemen RSUD dr. Kanujoso. "Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa dari RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo. Transformasi digital, efisiensi manajemen, hingga keberhasilan mereka mencapai target pendapatan hingga 114 persen adalah hal yang inspiratif," ujar Tamara Moriska.
Politisi Partai Hanura tersebut menilai keberhasilan melampaui target pendapatan merupakan bukti sehatnya tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal ini menjadi referensi penting bagi rumah sakit di Kaltara agar mampu mandiri secara finansial namun tetap mengedepankan kualitas layanan publik.
Data internal rumah sakit menunjukkan tren positif kunjungan pasien rawat jalan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan, yang sekaligus mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan medis di rumah sakit tersebut.
Transformasi Digital dan Penuntasan 100 Persen Keluhan Pasien
Selain aspek finansial, DPRD Kaltara memberikan perhatian khusus pada mekanisme penanganan keluhan pasien. RSUD dr. Kanujoso tercatat berhasil menuntaskan 100 persen keluhan yang masuk. Pencapaian ini dianggap sebagai standar emas dalam pelayanan publik yang harus diadaptasi di wilayah Kaltara.
“Hasil kunjungan ini akan kami jadikan referensi strategis agar pelayanan kesehatan di Kaltara tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal dan merata,” tambah Tamara. Ia meyakini respons cepat terhadap keluhan adalah kunci utama membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi medis pemerintah.
Digitalisasi rekam medis juga menjadi materi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut. Penerapan teknologi informasi terintegrasi terbukti mampu memangkas birokrasi layanan dan meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis. Hal ini sejalan dengan tuntutan modernisasi fasilitas kesehatan di era digital.
Roadmap Menuju Standar Internasional dan Layanan Unggulan 2029
Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, dr. Ahmad Jais, menyambut terbuka kehadiran delegasi Kaltara untuk berbagi pengalaman. Ia memaparkan visi besar rumah sakit yang tengah bertransformasi menuju standar internasional pada tahun 2029 mendatang.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan bersinergi. Visi besar kami menjadi rumah sakit unggulan berstandar internasional pada 2029 menuntut kami untuk terus beradaptasi, terutama pada penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan transformasi digital,” jelas dr. Ahmad Jais. Fokus utama pengembangan saat ini mencakup layanan jantung, kanker, serta unit stroke.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi IV DPRD Kaltara berkomitmen mendorong percepatan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di provinsi termuda di Indonesia tersebut. Implementasi dari hasil studi banding ini diharapkan segera dirasakan masyarakat Kaltara melalui akses layanan kesehatan yang lebih efisien dan berstandar tinggi.