Pencarian

Harga BBM Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Kompak Naik per 16 Mei 2026, Solar Melonjak Hingga Rp30.890

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:34:45 WIB
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Kompak Naik per 16 Mei 2026, Solar Melonjak Hingga Rp30.890
Harga solar nonsubsidi di SPBU Pertamina, BP-AKR, dan Vivo naik signifikan mulai 16 Mei 2026.

KALIMANTAN UTARA — Memasuki pertengahan Mei 2026, pemilik kendaraan berbahan bakar solar harus merogoh kocek lebih dalam. PT Pertamina (Persero) bersama jaringan SPBU swasta BP-AKR dan Vivo secara bersamaan mengerek harga BBM nonsubsidi, dengan kenaikan signifikan pada produk diesel dan bensin beroktan tinggi.

Di wilayah Jakarta, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp500 menjadi Rp19.900 per liter. Namun, kenaikan paling mencengangkan terjadi pada lini diesel. Dexlite (CN 51) yang sebelumnya Rp23.600 per liter kini dibanderol Rp26.000. Sementara Pertamina Dex (CN 53) melonjak dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter—kenaikan Rp4.000 dalam sebulan terakhir.

Apa Dampak Kenaikan Solar bagi Pengusaha Logistik?

Kenaikan solar langsung terasa di sektor transportasi dan logistik. Harga BP Ultimate Diesel di SPBU BP-AKR bahkan menembus Rp30.890 per liter, naik lebih dari Rp5.000 dari posisi Rp25.560 pada pertengahan April 2026. Vivo juga tak ketinggalan: produk Diesel Primus (CN 51) melonjak drastis dari Rp14.610 menjadi Rp30.890 per liter—kenaikan lebih dari 100 persen.

Kondisi ini otomatis menekan margin pengusaha angkutan. Ongkos distribusi barang dipastikan ikut naik, yang ujungnya bisa berimbas pada harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Bensin Nonsubsidi Stabil, Subsidi Masih Aman

Kabar baiknya, harga bensin nonsubsidi belum tersentuh. Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih dipertahankan di level sebelumnya. Di SPBU BP-AKR, BP Ultimate dijual Rp12.930 per liter dan BP 92 seharga Rp12.390 per liter. Vivo juga mempertahankan Revvo 92 di Rp12.390 dan Revvo 95 di Rp12.930 per liter.

BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi juga belum ada tanda-tanda akan naik. Artinya, masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan angkutan umum yang mengandalkan BBM subsidi masih bisa bernapas lega.

Mengapa Harga Solar Nonsubsidi Melonjak Drastis?

Penyesuaian harga ini mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Produk nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan BP Ultimate Diesel tidak mendapat kompensasi pemerintah, sehingga harganya langsung merespons pergerakan pasar global. Lonjakan harga minyak mentah dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu utama kenaikan kali ini.

Pertamina memastikan hanya produk nonsubsidi yang disesuaikan. Sementara itu, BP Indonesia secara resmi menyatakan penyesuaian hanya berlaku untuk produk diesel, sementara bensin masih bertahan.

Kapan Kenaikan Ini Mulai Berlaku?

Harga baru mulai berlaku sejak 16 Mei 2026 di seluruh SPBU yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Belum ada informasi apakah kenaikan akan merambah ke daerah lain dalam waktu dekat.

Apakah Harga BBM Subsidi Ikut Naik?

Tidak. Pemerintah melalui Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi di level lama. Belum ada rencana penyesuaian untuk produk bersubsidi dalam waktu dekat.

Siapa Paling Terdampak Kenaikan Ini?

Pengusaha angkutan barang, sopir truk, dan operator bus antar kota menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Kenaikan harga solar nonsubsidi secara langsung meningkatkan biaya operasional harian mereka.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks