KALIMANTAN UTARA — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/1). Ia menyebut persiapan IPO sudah berjalan sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap pengajuan pernyataan pendaftaran ke OJK. "Kami targetkan prosesnya rampung pada semester pertama 2026, dengan valuasi yang kompetitif di sektor digital," ujarnya.
Telkom Digital sendiri merupakan entitas yang menaungi sejumlah lini bisnis strategis seperti data center, cloud computing, serta platform digital lainnya. Sepanjang 2025, segmen ini mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, menjadi kontributor terbesar kedua setelah bisnis telekomunikasi tradisional.
Mengapa IPO Ini Penting bagi Pasar Modal Indonesia?
Pencatatan saham Telkom Digital akan menjadi IPO BUMN digital pertama di Indonesia, sekaligus menambah variasi sektor di bursa yang selama ini didominasi perbankan dan komoditas. Analis menilai langkah ini bisa menarik minat investor global yang selama ini melirik perusahaan teknologi Asia Tenggara.
Menurut data internal Telkom, anak usaha ini membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun pada 2025, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai Rp 80 triliun, IPO ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di bursa tahun ini.
Apa Dampaknya bagi Investor Ritel dan Publik?
Telkom berencana mengalokasikan porsi penjatahan khusus untuk investor ritel, termasuk karyawan dan mitra usaha. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperluas basis kepemilikan saham publik di BUMN.
Bagi investor pemula, IPO ini bisa menjadi pintu masuk ke sektor digital yang selama ini terkesan eksklusif. "Kami ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut memiliki perusahaan digital nasional," tambah Ririek.
Langkah Selanjutnya: Prospektus dan Penjadwalan
Setelah izin prinsip terbit, Telkom akan menyusun prospektus awal dan melakukan roadshow ke calon investor institusi. Manajemen menargetkan penawaran umum perdana pada Maret atau April 2026, tergantung kondisi pasar.
Jika berjalan sesuai rencana, Telkom Digital akan menjadi BUMN ke-19 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Keberhasilannya bisa menjadi preseden bagi holding BUMN lain yang tengah menjajaki IPO, seperti Pertamina New & Renewable Energy dan Inalum.
Dengan langkah ini, Telkom tidak hanya memperkuat posisinya sebagai raksasa telekomunikasi, tetapi juga membuka babak baru bagi digitalisasi BUMN di Indonesia.