BULUNGAN — Rasa aman warga di dua kecamatan di Kabupaten Bulungan terusik setelah laporan teror yang mengatasnamakan sosok pocong viral di media sosial. Menindaklanjuti keresahan itu, Polresta Bulungan langsung mengerahkan personel gabungan dari Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk melakukan patroli intensif di wilayah Tiga Tawai dan Jelarai Tengah.
Polisi Sisir Titik Rawan, Warga Diminta Tak Panik
Patroli dilakukan pada malam hari hingga dini hari, menyasar pemukiman dan jalan-jalan sepi yang dinilai rawan. Kapolresta Bulungan melalui Kasat Samapta menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada aksi kriminal yang memanfaatkan ketakutan warga. "Kami tidak ingin situasi ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan tindak pidana," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Teror Pocong Ganggu Aktivitas Warga
Sejumlah warga di Kecamatan Tiga Tawai mengaku baru pertama kali mengalami kejadian serupa. Seorang warga, Andi (45), mengatakan bahwa anak-anaknya takut keluar rumah sejak kabar teror itu menyebar di grup WhatsApp. "Biasanya anak-anak main di luar sampai magrib, sekarang sudah takut. Kami juga pasang lampu terang di halaman," katanya.
Di Jelarai Tengah, beberapa rumah warga dilaporkan sempat dilempar batu oleh orang tak dikenal pada Minggu malam. Meski belum bisa dipastikan terkait langsung dengan teror pocong, polisi tetap menyelidiki dua laporan tersebut sebagai bagian dari rangkaian kejadian.
Imbauan Polresta: Laporkan Segera Jika Melihat Hal Mencurigakan
Polresta Bulungan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak memicu kepanikan yang lebih luas. Masyarakat diminta segera melapor ke pos polisi terdekat atau menghubungi call center 110 jika menemukan aktivitas mencurigakan. "Kami akan menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan provokasi atau aksi kriminal," tegas Kasat Samapta.
Hingga berita ini diturunkan, patroli masih terus dilakukan secara bergilir. Belum ada tersangka yang diamankan terkait kasus teror pocong ini. Polisi masih mendalami rekaman CCTV di beberapa titik untuk mengidentifikasi pelaku.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Melihat Teror Serupa?
Jangan panik dan jangan mendekati pelaku. Segera catat ciri-ciri fisik atau kendaraan yang digunakan, lalu laporkan ke aparat keamanan setempat. Hindari mengambil video atau foto dari jarak dekat karena membahayakan keselamatan.
Apakah Teror Pocong Ini Terkait Kriminal Biasa?
Polisi belum menyimpulkan motif di balik aksi ini. Namun, modus menggunakan kostum pocong kerap dipakai pelaku kriminal untuk menakut-nakuti korban sebelum melakukan pencurian atau perampokan. Polresta Bulungan masih menyelidiki kemungkinan adanya jaringan pelaku di dua kecamatan tersebut.
Berapa Lama Patroli Akan Dilakukan?
Patroli gabungan akan dilakukan secara intensif hingga situasi dinyatakan kondusif kembali. Polresta juga berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat untuk mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) di setiap RT.