Pencarian

Harga iPhone di Jepang Naik hingga 11 Persen, Yen Lemah Jadi Biang Kerok

Sabtu, 18 Juli 2026 • 09:53:02 WIB
Harga iPhone di Jepang Naik hingga 11 Persen, Yen Lemah Jadi Biang Kerok
Seluruh jajaran iPhone di Jepang mengalami kenaikan harga hingga 11 persen, terpantau sejak perubahan harga di laman resmi Apple Jepang.

KALIMANTAN UTARA — Kenaikan harga ini pertama kali terpantau oleh situs iPhoneros dan langsung dikonfirmasi melalui perubahan harga di laman resmi Apple Jepang. Meski hingga saat ini Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebabnya, analis pasar meyakini keputusan ini murni didorong oleh fluktuasi mata uang.

Daftar Model dan Besaran Kenaikan Harga

Seluruh jajaran iPhone yang dijual di Jepang saat ini mengalami penyesuaian harga. Berikut rincian model yang terdampak:

  • iPhone 17 Series (termasuk varian Pro dan Pro Max) – kenaikan hingga 11 persen
  • iPhone Air – kenaikan harga bervariasi tergantung varian penyimpanan
  • iPhone 16e – model entry-level juga tak luput dari penyesuaian harga

Mengapa Baru Sekarang iPhone Ikut Naik?

Yang menarik, kenaikan harga iPhone kali ini terjadi sekitar sebulan setelah Apple menaikkan harga produk lain di Jepang, seperti Mac dan iPad, pada bulan lalu. Saat itu, jajaran iPhone justru “dibebaskan” dari penyesuaian harga. Kini, giliran iPhone yang terkena imbas.

Pelemahan yen menjadi faktor utama. Nilai tukar yen yang terus merosot membuat pendapatan Apple dalam dolar AS tergerus saat dikonversi dari hasil penjualan di Jepang. Dengan menaikkan harga, Apple berusaha menyelaraskan harga iPhone di Jepang dengan pasar global lainnya.

Apakah Negara Lain Akan Menyusul?

Jika kenaikan ini murni disebabkan oleh fluktuasi mata uang, kemungkinan besar negara lain tidak akan mengalami nasib serupa. Apple dijadwalkan menggelar laporan keuangan fiskal kuartal III pada 30 Juli mendatang. Dalam kesempatan itu, analis memperkirakan Apple akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai strategi harga produknya ke depan.

Dampak ke Konsumen dan Konteks Pasar

Bagi konsumen di Jepang, kenaikan ini jelas memberatkan. Apalagi daya beli masyarakat sudah tertekan oleh inflasi dan pelemahan ekonomi domestik. Namun, dari sisi Apple, langkah ini adalah keputusan bisnis yang rasional untuk menjaga margin keuntungan di tengah kondisi yen yang tidak stabil.

Di sisi lain, Apple juga masih bergulat dengan kenaikan biaya komponen. Meski komponen iPhone disebut-sebut lebih mahal, perusahaan asal Cupertino itu memilih untuk tidak langsung membebankannya ke konsumen global secara serentak. Strategi “naik bertahap per wilayah” tampaknya menjadi pilihan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap penjualan.

Belum ada indikasi bahwa kenaikan harga serupa akan diterapkan di Indonesia atau pasar Asia Tenggara lainnya. Namun, pengguna tetap perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang juga berpotensi mempengaruhi kebijakan harga Apple di Tanah Air ke depannya.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks