KALIMANTAN UTARA — Laga Vietnam vs Singapura di Hanoi bukan sekadar partai sisa. Hasilnya akan langsung membelah peta persaingan Grup A Piala AFF 2026. Jika Ilhan Fandi dan kawan-kawan menang, jarak poin menjadi enam—hampir mustahil dikejar dua laga tersisa.
Tekanan Jadi Keistimewaan, Kata Pelatih Singapura
Pelatih Gavin Lee sadar betul bobot pertandingan ini. Ia menyebut duel kontra juara bertahan sebagai salah satu ujian terberat di fase grup.
"Tekanan adalah sebuah keistimewaan bagi kami, dan kami jauh lebih memilih berada di posisi di mana orang-orang mengharapkan sesuatu dari kami," kata Lee, dikutip dari situs resmi FAS.
Lee menambahkan, timnya datang dengan optimisme. "Kami ingin memenuhi harapan semua orang. Jika bisa, kami menciptakan kenangan baru bagi masyarakat, dan itu akan menempatkan kami di posisi yang sangat spesial."
Progres The Lions: Dari Kamboja ke Timor Leste
Singapura mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Kamboja, lalu menang 2-0 kontra Timor Leste. Lee menilai performa tim terus membaik.
"Dari segi penampilan, ini jauh lebih baik daripada saat melawan Kamboja. Kami mengumpulkan beberapa kemenangan kecil di lapangan, yang membantu membangun momentum," jelasnya.
Ia menekankan timnya harus terus berkembang seiring kompetisi berjalan. "Kami akan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Vietnam dengan pola pikir yang sama."
Jadwal Kritis Timnas Indonesia di Grup A
Skuad Garuda asuhan John Herdman punya dua laga berat di depan: menjamu Vietnam (3/8) dan tandang ke markas Singapura (7/8). Sebelumnya, Indonesia lebih dulu menghadapi Timor Leste pada Jumat (31/7/2026).
Hasil di My Dinh nanti malam akan menentukan seberapa besar peluang Indonesia menyalip posisi puncak. Jika Singapura menang, tekanan langsung berpindah ke kubu Garuda yang wajib sapu bersih sisa laga.