KALIMANTAN UTARA — Bertanding di babak 16 besar, Putri sebenarnya tampil agresif di awal gim pertama. Ia sempat unggul 5-4, namun Line segera membalas dengan merebut empat poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 9-6. Perlawanan Putri sempat menipiskan jarak menjadi 10-12, bahkan skor sempat imbang 15-15. Sayangnya, Line berhasil mengendalikan akhir gim dan memaksa Putri menyerah 18-21.
Keunggulan Interval Line di Gim Kedua Terlalu Berat
Memasuki gim kedua, Putri langsung tertinggal 2-5 dan jarak poin terus melebar hingga interval. Line unggul telak 11-5 saat jeda. Usai interval, Putri mencoba bangkit dengan meraih empat poin beruntun untuk memangkas defisit menjadi 9-11.
Usaha Putri untuk mengejar terus berlanjut hingga skor menjadi 13-15. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Line kembali menjauh dengan tiga poin beruntun dan mengubah kedudukan menjadi 18-15. Putri sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 17-20, tetapi Line mengamankan kemenangan dengan skor 21-17.
Kegagalan Putri Perpanjang Puasa Gelar Indonesia
Kegagalan Putri di babak 16 besar ini menjadi pukulan telak bagi skuad Merah Putih. Pasalnya, sektor tunggal putri menjadi salah satu andalan Indonesia untuk memutus puasa gelar di Kejuaraan Dunia. Dengan tersingkirnya Putri, Indonesia kini tak memiliki wakil lagi di nomor tunggal putri pada ajang bergengsi tersebut.
Sepanjang pertandingan, Putri sebenarnya menunjukkan permainan yang cukup solid di beberapa momen. Namun, konsistensi dan ketenangan Line dalam momen-momen kritis menjadi pembeda di lapangan. Line, yang merupakan unggulan dari Denmark, tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan menekan pertahanan Putri.
Hasil ini sekaligus menghentikan langkah Putri yang sebelumnya tampil meyakinkan di babak-babak awal. Ia gagal melangkah lebih jauh dan harus mengakui keunggulan lawannya yang bermain lebih tenang di bawah tekanan.
Bagi Indonesia, kekalahan ini menjadi evaluasi besar menjelang turnamen-turnamen berikutnya. Sektor tunggal putri masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar bisa kembali bersaing di panggung bulu tangkis dunia.