KALIMANTAN UTARA — Momen pembicaraan itu terjadi tepat setelah laga final yang berakhir di East Rutherford, New Jersey. Foto bersama yang beredar menunjukkan Trump dan Infantino membawa Trofi Piala Dunia FIFA bersama skuad timnas Spanyol, yang baru saja mengalahkan Argentina di partai puncak. Kehadiran keduanya di lapangan langsung menjadi sorotan media global, bukan hanya karena euforia juara Spanyol, tetapi juga karena konteks politik dan bisnis yang menyertainya.
Pembelaan Langsung di Depan Kamera
Trump tidak ragu menyampaikan dukungannya terhadap Infantino di hadapan awak media. Ia menegaskan bahwa peran presiden FIFA itu krusial dalam kesuksesan komersial turnamen. "Tanpa dia, saya tidak yakin Piala Dunia ini akan menghasilkan keuntungan seperti sekarang," ujar Trump, merujuk pada skala pendapatan yang diperkirakan tembus miliaran dolar AS.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara pemerintahan AS dan FIFA berada di titik yang sangat hangat. Sebelumnya, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tiga negara (AS, Kanada, dan Meksiko) sempat menuai kritik terkait logistik dan imigrasi penonton.
Spanyol Juara, Trump dan Infantino Jadi Pusat Perhatian
Di atas lapangan, Spanyol keluar sebagai kampiun setelah laga sengit melawan Argentina. Namun, yang menarik perhatian fotografer justru gestur Trump yang tampak akrab menggandeng Infantino sambil membawa trofi. Momen ini dinilai sebagai simbol dukungan politik yang jarang terjadi antara kepala negara dan pimpinan federasi olahraga global.
Bagi Infantino, dukungan dari Gedung Putih adalah amunisi penting. Ia sedang menghadapi tekanan dari sejumlah federasi Eropa terkait padatnya kalender pertandingan dan kontroversi format baru Piala Dunia Antarklub. Dengan adanya pembelaan dari presiden negara tuan rumah, posisi tawar Infantino di mata para sponsor dan penyiar semakin kuat.
Dampak Komersial dan Kritik yang Membayangi
Data awal FIFA menunjukkan lonjakan penonton stadion dan angka rating televisi yang memecahkan rekor selama turnamen berlangsung. Trump menyebut angka-angka itu sebagai bukti nyata bahwa model bisnis yang dijalankan Infantino berhasil. "Orang-orang datang, stadion penuh, dan ekonomi lokal bergerak. Itu hasil kerja tim yang solid," tambahnya.
Namun, di sisi lain, kelompok pegiat anti-korupsi justru menyoroti momen ini sebagai konflik kepentingan. Mereka mempertanyakan transparansi kontrak sponsor dan alokasi dana pembangunan stadion. Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut, dan Infantino memilih bungkam di depan publik setelah seremoni penyerahan trofi.