BULUNGAN — Kobaran api yang melahap lahan perkebunan milik Bapak Martin di Tanjung Selor akhirnya dapat dijinakkan. Tim gabungan yang dikerahkan sejak pukul 11.30 WITA memastikan seluruh titik api padam total, termasuk bara di lapisan sekam bawah tanah yang menjadi karakteristik tanah gambut.
Sebanyak 20 personel Dit Samapta di bawah pimpinan Ipda Wisnu Krida Bayu Pamungkas dan 15 personel Satbrimobda yang dipimpin Iptu Muji Santoso dikerahkan ke lokasi. Mereka membawa armada lengkap, mulai dari kendaraan Karhutla, mobil Armoured Water Cannon (AWC), Isuzu D-Max, hingga kendaraan roda dua untuk menembus medan.
Medan Tebing dan Angin Kencang Jadi Tantangan Utama
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus berhadapan dengan kondisi medan tebing yang berjarak 100 meter dari akses kendaraan, minimnya sumber air, serta terpaan angin kencang yang mempercepat pergerakan api.
Mesin pompa air dan rangkaian fire hose yang disuplai langsung dari mobil AWC Satbrimobda menjadi andalan utama dalam menjinakkan si jago merah. Petugas juga melakukan pendinginan mendalam atau cooling down untuk memastikan tidak ada sisa bara yang bisa memicu kebakaran susulan.
Polri Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Direktur Samapta Polda Kaltara menegaskan langkah tanggap darurat ini merupakan wujud hadirnya Polri dalam mengantisipasi dampak karhutla yang lebih luas di wilayah Kalimantan Utara.
“Personel di lapangan bergerak cepat, tepat, dan terukur untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan sekam bawah tanah. Langkah ini sangat krusial agar kobaran api tidak meluas ke area hutan lebat di sekitarnya serta tidak menimbulkan korban jiwa, baik dari masyarakat maupun petugas,” ujar Dirsamapta Polda Kaltara.
Usai memastikan kondisi aman, pihak Dit Samapta Polda Kaltara berkoordinasi dengan Piket Pamapta Polresta Bulungan untuk penanganan serta investigasi lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.