Pencarian

Devolver Digital Hengkang dari Bursa Efek London, Sebut Tuntutan Pasar Rugikan Industri Gim

Jumat, 07 Agustus 2026 • 19:33:01 WIB
Devolver Digital Hengkang dari Bursa Efek London, Sebut Tuntutan Pasar Rugikan Industri Gim
Devolver Digital mengumumkan rencana hengkang dari Bursa Efek London melalui pernyataan resmi perusahaan.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh dewan direksi Devolver melalui pernyataan resmi di situs perusahaan. Mereka menilai valuasi saham perusahaan tidak mencerminkan nilai asli, terutama karena ketidakcocokan fundamental antara cara kerja industri gim dan ekspektasi pasar saham yang menuntut pertumbuhan berkelanjutan.

Devolver tercatat melantai di London Stock Exchange pada November 2021. Saat itu, CEO Douglas Morin menyebut langkah ini akan memastikan pertumbuhan perusahaan dan mendukung produksi gim yang lebih banyak. "Yang terpenting, ini akan memungkinkan kami mempertahankan budaya perusahaan," ujarnya kala itu.

Nyatanya, lima tahun berselang, yang terjadi justru sebaliknya. Perusahaan menghadapi tekanan untuk memenuhi target jangka pendek yang tidak sejalan dengan proses kreatif pengembangan gim.

Ketidakcocokan Industri Gim dan Pasar Modal

Dalam pengajuannya, dewan direksi Devolver menjelaskan bahwa industri gim telah mengalami gangguan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang PHK massal melanda studio dan penerbit, rasionalisasi platform, serta penurunan nilai aset besar-besaran terjadi di seluruh sektor.

Akibat kondisi tersebut, Devolver kesulitan menunjukkan pertumbuhan yang sejalan dengan ekspektasi pasar. "Pola pendapatan jangka panjang dari bisnis gim video pada dasarnya tidak dianggap sebagai faktor," tulis perusahaan dalam pernyataannya.

Nilai perusahaan justru dikaitkan dengan waktu dan skala rilis gim baru—dua hal yang sulit diprediksi dalam industri kreatif. Padahal, pasar saham menuntut "pertumbuhan berurutan yang dapat diprediksi" secara ketat.

Hemat Rp 25 Miliar per Tahun dan Fokus Jangka Panjang

Keputusan untuk privat juga membawa keuntungan finansial. Devolver memperkirakan bisa menghemat sekitar US$ 1,6 juta (sekitar Rp 25,6 miliar) setiap tahunnya dengan tidak lagi terikat kewajiban sebagai perusahaan publik.

Selain itu, volume perdagangan saham Devolver di bursa dinilai sudah sangat rendah, sehingga kehadirannya di pasar modal tidak lagi memberikan manfaat berarti. Dewan direksi menilai biaya kepatuhan dan tekanan pelaporan lebih besar daripada keuntungan yang didapat.

Juru bicara Devolver menegaskan bahwa status privat akan mengubah fokus kerja tim internal. "Tim keuangan, hukum, dan eksekutif bisa fokus pada kesehatan jangka panjang perusahaan, dan tidak lagi sibuk memenuhi tuntutan pasar publik yang tidak ada hubungannya dengan menjadi penerbit gim yang sukses," katanya kepada GamesIndustry.biz.

Tekanan Investor dan Runtuhnya Industri Gim

Keputusan Devolver ini menjadi salah satu contoh paling gamblang bagaimana tuntutan pemegang saham berkontribusi pada kemerosotan industri gim global. Gelombang PHK dan penutupan studio dalam beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan target pertumbuhan kuartalan yang tidak realistis.

Devolver sendiri dikenal sebagai penerbit gim-gim indie populer seperti Hotline Miami, Enter the Gungeon, dan Cult of the Lamb. Perusahaan ini selama ini dipandang sebagai salah satu pihak yang paling vokal membela kepentingan pengembang kecil di tengah industri yang semakin dikendalikan korporasi besar.

Rencana untuk kembali menjadi perusahaan privat akan diajukan dalam voting pemegang saham pada September mendatang. Jika disetujui, Devolver akan resmi meninggalkan bursa dan kembali menjadi perusahaan independen seperti sebelum 2021.

Langkah ini juga menjadi sinyal bagi penerbit gim lain yang tengah mempertimbangkan IPO. Jika perusahaan sekaliber Devolver memilih mundur, pertanyaan besarnya: siapa berikutnya?

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks