Pencarian

Polda Kaltara Kembali Padamkan Titik Api di Lahan Gambut 11,5 Hektare Tanjung Selor, Selang 1,5 Kilometer

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:19:01 WIB
Polda Kaltara Kembali Padamkan Titik Api di Lahan Gambut 11,5 Hektare Tanjung Selor, Selang 1,5 Kilometer
Personel gabungan Polda Kaltara bersama BPBD memadamkan api di lahan gambut seluas 11,5 hektare di Tanjung Selor, Rabu.

TANJUNG SELOR — Personel Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara bersama BPBD dan instansi terkait kembali dikerahkan untuk memadamkan api yang muncul di lahan gambut seluas 11,5 hektare di Jalan Bukit Indah (SP 6), Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu. Ini merupakan kali kedua dalam sepekan, setelah penanganan pertama dilakukan pada Senin lalu.

Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya menegaskan bahwa respons cepat menjadi kunci utama dalam setiap laporan kebakaran lahan yang masuk. Ia memerintahkan seluruh personel untuk tidak menunda penanganan, karena api di lahan gambut berpotensi bertahan di bawah permukaan dan muncul kembali jika pendinginan tidak maksimal.

"Kami menekankan kepada seluruh personel untuk selalu merespons dengan cepat setiap adanya informasi mengenai kebakaran lahan," kata Andreas Deddy Wijaya di Tanjung Selor, Rabu.

Bara di Lahan Gambut Jadi Tantangan Terbesar

Kondisi medan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Jarak antara titik api dengan sumber air mencapai 1,5 kilometer, sehingga petugas terpaksa menyambung fire hose secara beruntun untuk mengalirkan air. Sebagian lahan merupakan area gambut yang membuat bara api bertahan lama di bawah permukaan tanah.

Vegetasi berupa semak dan pepohonan kering, ditambah hembusan angin kencang, memperbesar potensi penjalaran api ke area yang lebih luas. Untuk mengatasi keterbatasan air, personel bekerja sama dengan PT Mill yang menyuplai pasokan air melalui truk tangki.

Penyekatan dan Pendinginan Jadi Prioritas

Setibanya di lokasi, petugas melakukan asesmen ulang untuk memetakan titik api aktif dan arah penjalaran api. Penanganan difokuskan pada pemadaman titik yang masih menyala sekaligus penyekatan area yang berpotensi menjadi jalur rambatan api.

Setelah api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan dengan penyiraman dan pendinginan secara menyeluruh, termasuk memadamkan sisa bara, asap, sekam, dan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Proses penyisiran (sweeping) juga dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi api yang tersisa.

Andreas menambahkan, sinergitas dengan BPBD, instansi terkait, dan pihak pengelola lahan sangat penting. Ia meminta agar pemantauan berkala tetap dilakukan setelah proses pemadaman selesai.

"Sinergitas dengan BPBD, instansi terkait, dan pihak pengelola lahan sangat penting. Kami juga mengimbau agar setelah proses pemadaman selesai, pemantauan tetap dilakukan secara berkala. Jangan sampai titik api yang sudah dipadamkan kembali muncul dan meluas," tegasnya.

Petugas Berkoordinasi dengan Pengelola Lahan

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan PT PKN selaku pemilik atau pengelola lahan agar melakukan pengawasan rutin dan segera melaporkan jika ditemukan titik api baru. Dalam operasi ini, personel dikerahkan dengan sejumlah kendaraan pendukung seperti kendaraan karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), truk, serta kendaraan operasional Isuzu D-Max.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Situasi di sekitar lokasi kebakaran hingga kegiatan selesai dapat dikendalikan dengan aman dan lancar.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks