KALIMANTAN UTARA — Peristiwa berdarah itu terjadi di asrama SMK Pelayaran, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Pelaku yang merupakan siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga itu menyerang korban saat tengah tertidur lelap di kamarnya. Aksi nekat tersebut berakhir dengan diamankannya pelaku oleh aparat kepolisian di sebuah kos di Jalan Anggrek, Bimoku, pada Kamis siang.
Kronologi Penyerangan dan Kondisi Korban
Kapolsek Kota Lama, AKP Zainal Arifin, menjelaskan kejadian berawal saat Eman sedang tertidur di kamar asrama. A datang dengan wajah tertutup kaus olahraga, kemudian menggedor pintu kamar sambil memanggil-manggil nama korban. Setelah pintu berhasil didobrak, A langsung menyerang guru bahasa Inggris tersebut dengan pisau dapur.
"Dugaan ini diperkuat karena ada teriakan 'Pak, Pak' sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban," ujar Arifin dalam keterangannya.
Akibat serangan tersebut, Eman menderita luka robek di kepala bagian atas yang membutuhkan 11 jahitan dan luka robek di kepala kiri dengan 13 jahitan. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD SK Lerik Kota Kupang dan belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.
Motif Sakit Hati Akibat Perundungan Berulang
Di hadapan penyidik, A mengaku nekat melakukan aksinya lantaran sudah lama memendam dendam. Ia kerap direndahkan oleh korban dengan sebutan "kampungan" serta hinaan yang menyangkut orang tua dan kampung halamannya di Alor.
"Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati," akunya.
Menurut pengakuan A, perundungan yang dilakukan korban bukan hanya dialami dirinya, tetapi juga sejumlah siswa lain yang berasal dari daerah. Rasa sakit hati itu memuncak pada Rabu malam ketika korban kembali melontarkan ucapan yang menghina dirinya dan keluarga.
Pelaku Sempat Kabur dan Membuang Barang Bukti
Setelah melakukan penikaman, A bergegas melarikan diri. Warga yang mendengar teriakan minta tolong sempat berusaha mengejar pelaku. Dalam pelariannya, A mengaku membuang pisau dapur yang digunakan untuk menyerang korban dan tidak ingat persis lokasi pembuangannya.
"Setelah kejadian, masyarakat kejar saya sehingga saya kabur sambil bawa pisau dan saya buang. Saya tidak tahu persis pisau saya buang di mana," tuturnya.
Polisi masih melakukan pendalaman kasus ini, termasuk mencari barang bukti pisau dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik guru maupun rekan terduga pelaku. A kini telah diamankan di Mapolsek Kota Lama untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Kami masih berupaya menemukan barang bukti pisau yang dipakai terduga pelaku untuk menikam korban. Selain itu, kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk beberapa guru dan rekan terduga pelaku," jelas AKP Zainal Arifin.