Pencarian

Asap Karhutla di Tarakan Capai Kampus UBT, Batu Bara di Bawah Jalan Gunung Amal Lama Ikut Terbakar

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:42:01 WIB
Asap Karhutla di Tarakan Capai Kampus UBT, Batu Bara di Bawah Jalan Gunung Amal Lama Ikut Terbakar
Asap karhutla menyelimuti kawasan Jalan Gunung Amal Lama, Tarakan Timur, dan mencapai area kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT).

TARAKAN — Kepulan asap pekat yang disertai bau menyengat seperti karet terbakar kini menyelimuti kawasan Jalan Gunung Amal Lama, Kecamatan Tarakan Timur. Sumbernya bukan hanya api di permukaan, melainkan lapisan batu bara di bawah tanah yang ikut terbakar akibat karhutla yang melanda Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Fenomena ini terpantau pada Senin (24/8/2026). Arah angin yang berubah-ubah membuat asap terbawa hingga ke permukiman warga serta area kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang berjarak sekitar 150 meter dari titik panas.

Kekhawatiran Kampus UBT dan Gangguan Warga

Pihak UBT telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh mahasiswa untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kepala Keamanan UBT, Mustari, menyampaikan kekhawatirannya jika arah angin berubah dan membawa asap langsung menuju gedung-gedung perkuliahan.

“Ini sangat mengganggu aktivitas. Lama-kelamaan ini bisa merusak jalan. Terutama pada saat angin berhembus dari sebelah sana, akan mengarah ke tiap-tiap gedung,” ujar Mustari.

Meski kondisi kampus saat ini masih relatif aman karena angin bergerak berlawanan arah, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Para pengguna jalan juga merasakan dampaknya. Jumaniah, seorang warga yang melintas, mengeluhkan bau menyengat yang membuat pernapasan tidak nyaman dan mata perih.

“Aromanya kayak bau karet. Mengganggu. Harapan ke depannya harus diperhatikan, karena takutnya ada apa-apa, sepertinya runtuh,” ungkapnya.

Ancaman Rongga di Bawah Jalan Menuju Pantai Amal

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat setidaknya ada tiga titik batu bara yang terbakar di wilayah Tarakan Timur. Satu titik berada di Jalan Gunung Amal Lama, sementara dua titik lainnya berada di Jalan Pantai Amal Lama, yang merupakan jalur utama menuju destinasi wisata Pantai Amal.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa luas area terdampak pembakaran bawah tanah ini diperkirakan mencapai 30 hingga 40 meter. Dua titik di Jalan Pantai Amal Lama menjadi perhatian serius karena berpotensi menciptakan rongga di bawah badan jalan.

“Panjangnya, dampaknya sementara ini berkisar sekitar 30 sampai 40 meter. Ada dua titik yang bisa mengakibatkan rongga di bawah jalan utama ke Pantai Amal,” kata Yonsep.

Antisipasi Penutupan Jalan dan Luas Lahan Terbakar

Sebagai langkah pengamanan, petugas telah memasang garis polisi di sekitar titik panas. Masyarakat diminta tidak mendekat karena kondisi tanah di lokasi masih berpotensi membahayakan. Kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Tarakan juga menyiapkan skema penutupan total ruas jalan apabila diperlukan untuk mendukung proses penanganan oleh dinas teknis.

Sementara itu, data BPBD Tarakan mencatat dampak karhutla secara keseluruhan telah membakar sedikitnya 56 hektare lahan milik warga yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Tarakan Utara, Tarakan Barat, dan Tarakan Timur. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan ketat di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi meluasnya api dan titik panas baru.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltaragrande.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks