Kebakaran hutan dan lahan melanda Jalan Aki Balak RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, Selasa (25/8) sore, menghanguskan area seluas 3.256 meter persegi. Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Damkar berhasil mengendalikan api setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam. Temuan sejumlah barang mencurigakan di lokasi kini tengah didalami oleh kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
TARAKAN — Upaya pemadaman kebakaran lahan di Jalan Aki Balak, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, berlangsung cepat berkat koordinasi lintas instansi. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 16.20 WITA, dan dalam hitungan menit, belasan personel serta armada air langsung dikerahkan ke titik api.
Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letkol Inf. Danan Wisnubrata, menyebut respons cepat ini menjadi kunci utama mencegah api meluas ke permukiman warga. "Kita menyelesaikan misi kemanusiaan. Alhamdulillah, penanganannya berjalan aman dan cepat," ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
Bantuan Armada Air Berdatangan dari Berbagai Unsur
Kronologi pemadaman menunjukkan kerja sama yang solid antarinstansi. Setelah laporan masuk, personel Damkar Tarakan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, disusul BPBD Tarakan pada pukul 16.32 WITA. Dukungan pasokan air datang berturut-turut dari dua unit water tank PDAM Tarakan, satu unit water tank Kodim 0907/Tarakan, serta satu unit water tank Yonif Raider 613/Raja Alam.
Personel Korlakar turut dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. Hingga pukul 17.10 WITA, sebagian besar api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Pemicu Diduga dari Pembakaran Ranting Saat Bersihkan Lahan
Kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembersihan lahan yang disertai pembakaran ranting pohon dan daun kering. Api yang semula dalam pengawasan pemilik lahan tiba-tiba membesar dan merembet ke area sekitarnya yang ditumbuhi ilalang kering.
Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah merambat dan sulit dikendalikan. "Jangan sampai kegiatan membersihkan lahan justru menimbulkan kebakaran yang dampaknya lebih luas," tegas Danan mengingatkan masyarakat.
Temuan Botol Pertalite dan Senso Jadi Perhatian Penyidik
Di tengah proses pemadaman, petugas menemukan sejumlah barang di lokasi yang langsung diamankan. Barang bukti tersebut meliputi satu botol Pertalite, satu unit gergaji mesin (senso), dan satu jeriken berisi oli. Unit Reskrim dan Unit Pulbaket Polsek Tarakan Utara saat ini masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut untuk memastikan penyebab kebakaran.
Meski dugaan sementara mengarah pada kelalaian, penyidik tetap membuka kemungkinan lain. Keberadaan barang-barang tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Imbauan Tegas untuk Warga: Jangan Tinggalkan Api Sebelum Padam
Menyikapi kejadian ini, Dandim 0907/Tarakan mengimbau warga agar tidak sembarangan membakar saat membersihkan lahan. Ia meminta masyarakat segera melaporkan titik api sekecil apa pun kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.
"Kalau masyarakat melihat ada titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu api membesar," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
"Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Kalau ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, pastikan pengawasannya dan jangan meninggalkan lokasi sebelum benar-benar aman," pungkasnya.
Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Kodim 0907/Tarakan, Yonif Raider 613/Raja Alam, BPBD Tarakan, Damkar Tarakan, Polsek Tarakan Utara, Satpol PP, Korlakar, PDAM Tarakan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur pemerintah Kelurahan Juata Kerikil.