KALIMANTAN UTARA — Counterpoint Research merilis data terbaru pangsa pasar sistem operasi (OS) smartphone global berdasarkan volume penjualan. Android memimpin telak dengan 75%, disusul iOS sebesar 20%, dan HarmonyOS milik Huawei yang menguasai 5% pasar.
Penurunan pangsa Android dari 79% menjadi 75% ini terjadi di tengah ketatnya persaingan dari Apple dan Huawei. Menariknya, laporan tersebut menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S26 series, khususnya varian Ultra, berhasil "memitigasi" penurunan pangsa Android secara keseluruhan.
RAMageddon dan Perubahan Strategi Vendor China
Salah satu faktor utama penurunan ini adalah dampak RAMageddon—istilah untuk krisis pasokan dan kenaikan harga RAM global. Kondisi ini memaksa vendor Android asal China untuk mengubah strategi bisnis mereka secara signifikan.
Alih-alih berfokus pada segmen entry-level, para vendor kini menggeser fokus ke perangkat dengan nilai lebih tinggi. Langkah ini diambil untuk menavigasi kelangkaan RAM dan biaya produksi yang terus meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada komposisi penjualan secara keseluruhan.
Pixel 10a: Satu-satunya Ponsel Google yang Tembus Daftar Terlaris
Di tengah dominasi Apple di berbagai pasar global, ada satu anomali menarik yang muncul dari Jepang. Berdasarkan laporan terpisah Counterpoint mengenai lima ponsel terlaris di pasar utama dunia pada Q2 2025, Jepang menjadi satu-satunya negara di mana Google berhasil menembus daftar tersebut.
iPhone 17 dan iPhone 17E memang memuncaki penjualan di Jepang, namun posisi ketiga ditempati oleh Google Pixel 10a. Ponsel ini berhasil menguasai 7% dari total penjualan smartphone di Jepang pada kuartal tersebut.
Pencapaian ini terbilang istimewa karena pada periode yang sama tahun lalu, pendahulunya, Pixel 9a, tidak masuk dalam daftar tersebut. Tren ini menunjukkan bahwa strategi Google untuk menghadirkan ponsel dengan harga lebih terjangkau mulai membuahkan hasil, setidaknya di pasar Jepang.
Apa Artinya bagi Pasar Global?
Dominasi Android secara global memang masih tak tergoyahkan, namun dinamika di tingkat regional menunjukkan persaingan yang semakin kompleks. Di satu sisi, vendor seperti Samsung dan Apple terus bertarung di segmen premium. Di sisi lain, Google mulai menemukan ceruk pasar untuk lini Pixel di negara-negara tertentu.
Bagi pengguna di Indonesia, tren ini patut diperhatikan. Jika strategi harga agresif Pixel 10a berhasil di Jepang, bukan tidak mungkin Google akan menerapkan pendekatan serupa di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang dikenal sensitif terhadap harga.