TARAKAN — Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga, Khofifah Indar Parawansa, memastikan jejaring alumni UNAIR bisa menjadi jembatan kolaborasi lintas sektor antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Peluang itu dibahas dalam forum dialog bersama alumni di Tarakan.
Kolaborasi tidak berhenti pada penguatan jejaring alumni. Khofifah menyebut kerja sama bisa dikembangkan ke sektor pendidikan, peternakan, hingga penguatan sumber daya manusia.
Kuota 20 Persen Sekolah Berasrama untuk Siswa Luar Jatim
Pemprov Jatim membuka ruang bagi putra-putri dari luar Jawa Timur pada pengembangan sekolah berasrama. Salah satu contohnya SMA Taruna di Jawa Timur.
“Ada kebijakan alokasi kuota penerimaan siswa baru pada sekolah berasrama (boarding school) di Jawa Timur yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata Khofifah.
“Khusus kuota luar daerah sebesar 20 persen kapasitas sekolah disediakan khusus untuk siswa dari luar Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, kesempatan ini bisa dimanfaatkan jejaring IKA UNAIR Kaltara untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM anak-anak di wilayah perbatasan.
Dorong MoU Dinas Pendidikan Kaltara dan Jatim
Skema kuota itu dinilai bisa dikuatkan lewat kerja sama IKA UNAIR dengan Dinas Pendidikan Pemprov Kaltara dan Jawa Timur. Khofifah berharap skema tersebut menampung anak daerah yang butuh dukungan akses dan jejaring.
“Kalau kemudian Dinas Pendidikan Kaltara bisa melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur diinisiasi oleh IKA UNAIR ini akan sangat baik, seat 20 persen ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak Kaltara, terutama dari wilayah perbatasan,” katanya.
Business Matching Peternakan hingga Bibit Sapi Unggul
Selain pendidikan, Khofifah menilai jejaring alumni UNAIR berpotensi mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dan Kalimantan Utara lewat business matching. Salah satu alumni disebut memiliki usaha peternakan sapi.
“Tadi disampaikan ada alumni Unair yang memiliki usaha peternakan sapi, ini bisa kita fasilitasi untuk business matching. Kita bangun jejaring, kita pertemukan supply chain antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Jawa Timur memiliki fasilitas pendukung pengembangan peternakan, termasuk ketersediaan bibit sapi unggul seperti Wagyu, Belgian Blue, atau Peranakan Ongole melalui BBIB milik Kementan. Khofifah menilai potensi itu bisa dikolaborasikan dengan kebutuhan peternakan di Kaltara.
Kerja sama tidak berhenti pada penyediaan bibit. Menurutnya, kolaborasi bisa berlanjut ke budidaya, peningkatan kualitas ternak, hingga penguatan rantai pasok.
24 dari 41 Trayek Tol Laut Berangkat dari Surabaya
Khofifah juga menyinggung posisi Jawa Timur sebagai simpul konektivitas logistik nasional. Dari 41 trayek tol laut, sebanyak 24 trayek berangkat dari Surabaya.
“Jadi kalau kita bicara supply chain, Jawa Timur punya modal yang cukup kuat. Dari 41 jalur tol laut, 24 di antaranya dari Surabaya. Kemudian di Jatim ada BBIB Singosari milik Kementan. Ini semua bisa kita koneksikan untuk memperkuat kerja sama dengan Kaltara,” katanya.
Di akhir forum, Khofifah meminta jejaring IKA UNAIR Kaltara menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.
“Cak dan Ning semua, terima kasih. Saya kira ini semuanya hal yang sangat substantif. Mari kita bangun meeting of minds, kita cocokkan pikiran, kita lihat apa kebutuhan Kaltara dan apa yang bisa juga dikontribusikan Jawa Timur agar saling menguatkan,” pungkasnya.