TARAKAN — Alimin menyoroti proses pendidikan yang berlangsung melalui empat lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Keempatnya saling berkaitan dalam membentuk pemahaman serta perilaku anak. Menurut dia, peran pendidikan tidak berhenti di ruang kelas.
"Kalau kita berbicara tentang pendidikan, perannya tidak berhenti di sekolah. Keluarga punya pengaruh, masyarakat juga, begitu pula media. Apa yang dilihat dan didengar anak bisa memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak," ujar Alimin.
Media Punya Dua Sisi bagi Perkembangan Anak
Alimin menilai media memiliki dua sisi dalam perkembangan anak. Di satu sisi, berbagai informasi dapat menambah pengetahuan. Namun di sisi lain, tidak semua tayangan memberikan contoh perilaku yang baik sehingga anak perlu kemampuan memilah informasi.
Karena itu, anak perlu dibimbing agar tidak langsung meniru setiap hal yang dilihat. Orang tua dan guru diminta memberikan pemahaman mengenai dampak dari suatu tindakan, bukan sekadar menyampaikan larangan.
"Anak-anak sekarang berhadapan dengan banyak informasi. Mereka perlu mendapat arahan supaya tidak langsung meniru semua yang dilihat. Orang dewasa punya peran membantu mereka memahami mana perilaku yang baik dan mana yang bisa merugikan," jelasnya.
Ruang Bertanya Jadi Kunci Pendampingan
Komunikasi antara anak dan orang dewasa dinilai Alimin sebagai bagian penting dalam proses pendampingan. Anak perlu memiliki ruang untuk bertanya dan menyampaikan hal-hal yang mereka temukan, terutama ketika menerima informasi yang belum dipahami.
Dengan komunikasi tersebut, orang tua maupun guru dapat mengetahui informasi yang memengaruhi anak sekaligus memberikan penjelasan yang sesuai.
"Kalau anak melihat sesuatu yang belum mereka pahami, sebaiknya ada orang dewasa yang bisa diajak bicara. Jangan sampai mereka menafsirkan sendiri semua informasi yang diterima. Pendampingan seperti ini penting untuk membantu pembentukan karakter," tuturnya.
Media Diminta Sajikan Konten yang Mendidik
Alimin menambahkan, media juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung perkembangan generasi muda melalui penyajian informasi yang mendidik. Konten yang memberikan pengetahuan dan contoh positif dapat menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran di luar sekolah.
"Media punya peran dalam membentuk cara pandang anak. Informasi yang mereka terima sebaiknya bisa memberi pengetahuan dan contoh positif, sehingga anak-anak mendapat lingkungan yang mendukung perkembangan karakter mereka," pungkasnya.
Disdik Tarakan menyampaikan hal ini sebagai pengingat bagi orang tua dan guru di kota tersebut untuk memperkuat pendampingan di rumah maupun di sekolah.