Pencarian

Kementerian Kehutanan Salurkan Rp 534 Juta ke 5 Kelompok Usaha Warga Pesisir Kaltara

Selasa, 03 November 2026 • 07:46:31 WIB
Kementerian Kehutanan Salurkan Rp 534 Juta ke 5 Kelompok Usaha Warga Pesisir Kaltara
Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan Rp 534 juta kepada lima kelompok usaha warga pesisir Kalimantan Utara melalui program M4CR.

TARAKAN — Program M4CR menempatkan penguatan ekonomi warga sebagai bagian dari upaya pelestarian mangrove, bukan program terpisah. Lima kelompok penerima di dua kabupaten itu mengembangkan jenis usaha yang berbeda, mulai dari olahan kerang hingga kepiting bakau.

Lima Kelompok Penerima dan Jenis Usahanya

UMKM Imbaya Bais mengembangkan produk stik tudai berbahan dasar kerang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Bepakot memproduksi sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri.

Kelompok Peternak Perintis mengembangkan usaha ayam petelur. KPTN Sejahtera mendapat dukungan untuk budidaya kepiting bakau, sedangkan UMKM Sukses Bersama mengembangkan produk sambal ebi khas Kaltara.

Dari lima kelompok tersebut, tiga di antaranya merupakan kelompok perempuan. Komposisi itu sejalan dengan target M4CR yang menetapkan partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.

Mengapa Bantuan Tidak Diseragamkan

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, mengatakan penyaluran bantuan tidak dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh kelompok. Setiap penerima disesuaikan dengan potensi usaha dan kebutuhan produksi masing-masing.

"Setiap kelompok memiliki potensi dan tantangan usaha yang berbeda. Karena itu, dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka, baik berupa peralatan maupun bahan pendukung produksi. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat," kata Akhmad.

Kaitan Ekonomi Warga dengan Pemulihan Mangrove

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sekaligus Executive Director M4CR, Muhammad Zainal Arifin, menilai penguatan ekonomi masyarakat berkaitan erat dengan keberhasilan pemulihan mangrove. Rehabilitasi dinilai tidak akan berjalan optimal apabila warga di sekitar kawasan tidak memperoleh manfaat dari keberadaan ekosistem tersebut.

"Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan usaha produktif, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghidupan yang dapat berkembang, sekaligus tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya," ujarnya, Senin (2/11).

Bukan Sekadar Pemulihan Ekosistem

Program M4CR menempatkan dua agenda berjalan bersamaan: memperbaiki ekosistem mangrove yang rusak dan membangun sumber penghidupan warga pesisir. Bantuan usaha produktif menjadi pintu masuk agar warga punya alasan ekonomi untuk ikut menjaga kawasan.

Di Kaltara, pendekatan itu menyasar usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Peralatan produksi, sarana usaha, dan bahan baku diberikan sesuai kebutuhan kelompok, bukan dalam paket seragam.

Kelima kelompok kini mengelola usaha masing-masing dengan dukungan yang sudah diterima. Seberapa besar dampaknya terhadap pendapatan warga akan terlihat dari perkembangan kapasitas usaha mereka ke depan.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks