MALINAU — Wempi menyampaikan permintaan itu langsung dalam pertemuan dengan Wakil Panglima TNI yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT). Pertemuan berlangsung di Malinau, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurut Wempi, Presiden Prabowo Subianto sudah memberi ruang untuk memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah. Ia menilai anak-anak dari wilayah perbatasan punya nilai lebih jika diberi kesempatan mengabdi.
Diskusi 30 Menit soal Rekrutmen hingga Akademi Militer
Wempi mengaku membahas proses rekrutmen secara rinci dengan Jenderal Maruli. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana putra-putri Malinau bisa mendapat kesempatan yang setara dengan pendaftar dari daerah lain.
"Saya kemarin berdiskusi dengan Wakil Panglima bagaimana proses peluang anak daerah yang berasal dari setiap daerah, termasuk putra-putri Malinau itu bisa dapat kesempatan," ujar Wempi di Malinau, Sabtu (24/10).
Ia menegaskan perluasan kesempatan itu tetap harus mengikuti standar yang berlaku. Syarat kesehatan dan kebugaran tidak bisa ditawar.
"Itu nanti dengan catatan tetap harus memenuhi standar-standar yang sudah ditentukan, karena kita ingin tentara kita juga sehat, tentara kita kuat, mentalnya dan spiritualnya," katanya.
Harapan Putra Malinau Tembus Akademi Militer
Wempi yakin di antara anak-anak perbatasan ada yang mampu menjadi TNI. Bahkan, ia berharap ada putra Malinau yang bisa menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus sebagai perwira.
"Itu yang kita harapkan. Sehingga suatu saat, mudah-mudahan pertahanan keamanan itu bukan hanya droping dari luar, tapi termasuk anak-anak daerah yang dipersiapkan dengan baik melalui semua persiapan yang memang harus dilewati dan dilalui," kata Wempi.
Menurutnya, harapan itu sejalan dengan kerinduan masyarakat Malinau yang selama ini disuarakan. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga isu pertahanan wilayah jadi perhatian warga.
Wakil Panglima TNI Tinjau Pos Pamtas RI-Malaysia
Kunjungan Jenderal Maruli ke Malinau bukan hanya soal rekrutmen. Ia juga meninjau Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di wilayah Krayan, Nunukan.
"Kebetulan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Kepala BNPPDT dan juga sebagai Wakil Panglima TNI. Setelah saya turun di lapangan, sangatlah perlu kebersamaan dalam menjalankan tugas antara TNI dengan BNPPDT ini," ujar Jenderal Maruli di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Jumat (23/10).
Kunjungan itu menyatukan dua agenda: peninjauan kesiapan pengamanan perbatasan dan penyerapan aspirasi daerah soal akses putra daerah masuk TNI. Wempi menyebut seluruh pembahasan dalam pertemuan itu bermuara pada kepentingan bangsa dan negara.