NUNUKAN — Kunjungan kerja Wagub Kaltara Ingkong Ala menyisir tiga lokasi berbeda dalam satu hari, dari Sebatik Tengah hingga Sebatik Barat. Di SMAN 1 Sebatik Tengah, ia memeriksa pembangunan ruang kelas baru, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan ruang Bimbingan Konseling (BK) yang menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU).
Pemeriksaan berlanjut ke pematangan lahan untuk rehabilitasi Gereja Katolik Santo Yoseph yang dibiayai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Titik terakhir, SMKN 1 Sebatik Barat, menjadi lokasi peninjauan revitalisasi sekolah bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tiga Sumber Anggaran Berbeda untuk Fasilitas Perbatasan
Pemprov Kaltara memecah pembiayaan proyek pendidikan di Pulau Sebatik ke dalam tiga pos anggaran. Fasilitas di SMAN 1 Sebatik Tengah memakai DAU, rehabilitasi gereja memakai PAD, sementara revitalisasi SMKN 1 Sebatik Barat ditopang APBN.
Skema itu membuat pengawasan tidak bisa dilakukan seragam. Ingkong menyebut peninjauan langsung jadi cara memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan di lapangan.
"Melalui kunjungan langsung seperti ini, kita ingin melihat sejauh mana progres pembangunan di lapangan, sekaligus memastikan setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Mengapa Pemerataan Fasilitas di Perbatasan Jadi Prioritas
Pulau Sebatik berbatasan langsung dengan Malaysia, dan kondisi fasilitas pendidikan di sana menjadi tolok ukur layanan publik di kawasan terdepan. Ingkong menilai pemerataan infrastruktur sekolah dibutuhkan agar warga perbatasan memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Pembangunan fisik disebutnya hanya satu bagian. Pemprov Kaltara juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter pelajar sebagai bekal sumber daya manusia di wilayah itu.
Pesan Disiplin dan Etika di Depan Siswa Sebatik
Di sela peninjauan, Ingkong memberi arahan langsung kepada pelajar. Ia meminta siswa menghormati guru dan orang tua serta menjauhi perkelahian, perundungan, pergaulan bebas, merokok, penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras.
Penggunaan media sosial juga disorot. Siswa diminta tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten tidak pantas.
"Disiplin harus dibiasakan sejak di bangku sekolah, mulai dari datang tepat waktu, mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran, hingga menghormati guru dan orang tua. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, belajar dengan tekun, dan jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk menuntut ilmu," pesan Ingkong.
Ia mendorong siswa kelas atas menjadi teladan bagi adik kelas dan menjaga nama baik sekolah. Pembentukan karakter, menurutnya, harus berjalan seiring peningkatan kemampuan akademik.
"Jangan hanya ingin dihormati, tetapi belajarlah menghormati. Jangan hanya ingin sukses, tetapi berusahalah dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya menjadi orang yang pintar, tetapi jadilah manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia," tegasnya.
Pengawasan Anggaran Jadi Kunci Hasil Proyek
Pemprov Kaltara berharap fasilitas yang dibangun di Pulau Sebatik mendukung proses belajar mengajar sekaligus menaikkan mutu layanan pendidikan di kawasan perbatasan. Pengawasan pelaksanaan proyek diarahkan agar anggaran yang dipakai menghasilkan fasilitas sesuai kebutuhan warga.
Pemerataan pembangunan di Sebatik, dengan begitu, tidak hanya diukur dari bangunan fisik yang berdiri. Kualitas generasi muda di wilayah terdepan Kalimantan Utara menjadi ukuran kedua yang ikut diperhitungkan.