NUNUKAN — Audiensi itu dikemas secara informal, namun menjadi ruang diskusi mengenai peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah. Wagub Kaltara Ingkong Ala menilai pers memiliki posisi penting sebagai penyampai informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap berbagai kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Karena itu, profesionalisme dan independensi harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap kerja jurnalistik. Ia juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan agar mampu menghadirkan produk pemberitaan yang berkualitas.
Mengapa Independensi Pers Jadi Sorotan di Wilayah Perbatasan
Dalam pertemuan itu, Ingkong Ala menyampaikan sejumlah pesan kepada kepengurusan PWI Nunukan yang baru. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana insan pers tetap menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, informasi yang akurat dan berimbang menjadi kunci menjaga kualitas demokrasi. Fungsi kontrol pers dinilai tidak boleh kehilangan arah, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Pesan untuk Kepengurusan Baru PWI Nunukan
Ketua PWI Kabupaten Nunukan terpilih, Adharsyah, hadir langsung dalam silaturahmi tersebut. Pertemuan berlangsung di salah satu kafe dan restoran di pusat Kota Nunukan, Rabu (4/11/2026) malam.
Meski berlangsung santai, diskusi tetap membahas peran pers dalam mendukung pembangunan daerah. Wagub menekankan bahwa wartawan dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar produk pemberitaan yang dihasilkan berkualitas.
Kompetensi Wartawan Jadi PR Bersama
Peningkatan SDM wartawan menjadi salah satu poin yang ditekankan Ingkong Ala, khususnya bagi jurnalis yang bertugas di wilayah perbatasan. Profesionalisme dinilai harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi.
Pers yang independen, menurut Wagub, hanya bisa bekerja optimal jika kapasitas wartawannya terus diasah. Fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintahan pun bergantung pada kualitas kerja jurnalistik yang berlandaskan akurasi dan keseimbangan informasi.
Silaturahmi ini menjadi awal komunikasi antara kepengurusan baru PWI Nunukan dan pemerintah provinsi. Arah kerja sama ke depan diharapkan tetap menjaga jarak profesional antara pers dan penyelenggara pemerintahan.