KALIMANTAN UTARA — Stadion Azteca, yang pernah menjadi saksi kejayaan Diego Maradona dan Pele, kembali berguncang pada malam pembukaan Piala Dunia 2026. Lebih dari 80 ribu penonton yang hadir langsung disuguhkan pertunjukan megah yang memadukan musik, tari, dan budaya Meksiko. Acara ini sekaligus menandai dimulainya turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara: Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Shakira, yang lagu "Waka Waka" dari Piala Dunia 2010 menjadi anthem abadi turnamen, kembali naik panggung. Penyanyi asal Kolombia itu membawakan medley hits terbarunya yang disambut histeris penonton. Sementara itu, Burna Boy dari Nigeria memberikan energi berbeda dengan aliran Afrobeat yang membuat tribun bergoyang.
"Ini adalah momen yang luar biasa. Stadion Azteca memiliki energi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata," ujar salah satu penonton asal Meksiko kepada media setempat. Penampilan musisi lain seperti Rosalía dan Steve Aoki melengkapi malam yang berlangsung lebih dari dua jam.
Panggung utama dibangun di tengah lapangan dengan struktur setinggi 30 meter yang dilengkapi layar LED raksasa. Pertunjukan kembang api dan drone show menghiasi langit malam Kota Meksiko. Penyelenggara mengklaim pesta pembukaan ini melibatkan lebih dari 5.000 kru produksi dan sukarelawan.
Momen paling dramatis terjadi saat pemain sepak bola legendaris Meksiko, Hugo Sánchez, membawa trofi Piala Dunia memasuki stadion. Api buatan menyala di sekeliling lapangan, dan confetti berwarna hijau, putih, dan merah — warna bendera Meksiko — membanjiri seluruh arena.
Setelah pesta pembukaan usai, perhatian langsung beralih ke pertandingan pertama. Tuan rumah Meksiko akan menghadapi Selandia Baru di stadion yang sama pada lusa. Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat dukungan penuh dari publik Azteca yang terkenal fanatik.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung hingga 19 Juli 2026, dengan total 48 tim peserta. Ini menjadi edisi pertama dengan format 48 tim setelah sebelumnya FIFA memutuskan ekspansi dari 32 peserta.