KALIMANTAN UTARA — San Diego Jewish Academy (SDJA) yang menjadi base camp Swiss memang memenuhi standar FIFA. Namun, kekhawatiran justru datang dari lingkungan sekitar markas yang masuk dalam zona habitat ular derik.
Peringatan Resmi dari Akun Timnas Swiss
Akun media sosial resmi @swissnatimen mengunggah peta lokasi markas mereka di AS. Yang menarik, unggahan itu menandai sebagian area di sekitar SDJA sebagai zona ular.
"Waspada ular," tulis akun tersebut, dikutip dari berbagai sumber.
Empat Spesies Ular Derik di San Diego
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Museum Sejarah Alam San Diego mencatat setidaknya ada empat spesies ular derik berbisa yang hidup di wilayah tersebut.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan terverifikasi mengenai pemain atau staf Swiss yang benar-benar melihat ular di area base camp.
Bukan Hanya Swiss: Norwegia Juga Waspada
Swiss bukan satu-satunya peserta Piala Dunia yang harus ekstra hati-hati dengan reptil. Norwegia, yang bermarkas di Grandover Resort & Spa di Greensboro, Carolina Utara, juga mendapat peringatan serupa.
Erling Haaland dan kawan-kawan disarankan untuk tidak memprovokasi ular Copperhead yang umum ditemukan di kawasan tersebut. Dikutip dari Swissinfo, situs resmi Kota Greensboro mengeluarkan imbauan tegas.
"Jangan memprovokasi mereka, mencoba untuk mengambilnya atau mengganggu mereka dengan cara lain. Sangat berbahaya untuk melakukan apa pun selain membiarkan mereka sendiri," demikian bunyi peringatan tersebut.
Ular Copperhead: Ancaman Senyap di Greensboro
Ular Copperhead tersebar luas di seluruh Amerika Serikat bagian timur dan tenggara. Spesies ini dinilai sangat umum ditemukan di area Greensboro, membuat kewaspadaan ekstra menjadi keharusan bagi skuad Norwegia.
Fenomena ini menambah daftar unik tantangan logistik yang harus dihadapi tim-tim Eropa selama Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Selain adaptasi cuaca dan lapangan, kini faktor satwa liar ikut menjadi perhatian.