SpaceX Rekrut Eks Bos Sequoia ke Dewan Direksi, Isi Jabatan yang Sudah Lama Kosong

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 05:01:01 WIB
Botha resmi mengisi posisi kosong di dewan direksi SpaceX hingga rapat pemegang saham berikutnya.

Keputusan ini menarik karena Botha bukan nama baru bagi Musk. Keduanya sama-sama berasal dari Afrika Selatan dan sudah saling kenal lebih dari seperempat abad. Musk bahkan merupakan orang pertama yang memberi Botha pekerjaan di Amerika Serikat, tepatnya saat merekrutnya untuk memimpin divisi keuangan PayPal pada tahun 2000.

Jabatan Kosong Terisi, Sisa Sampai Rapat Pemegang Saham

Dalam dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), SpaceX menyatakan Botha ditunjuk untuk mengisi “existing vacancy” atau posisi yang sudah lama kosong di dewan. Ia akan menjabat hingga rapat pemegang saham tahunan berikutnya dan langsung ditempatkan di komite audit perusahaan.

SpaceX menulis dalam pengajuan itu bahwa Botha “membawa pengalaman luas di perusahaan publik serta latar belakang komite audit yang dalam.” Ia sebelumnya menjabat di jajaran direksi dan komite audit sejumlah perusahaan terbuka sebelum mundur dari posisi puncak di Sequoia akhir tahun lalu.

Kontrol Mutlak Musk di Atas 80 Persen, Dewan Hanya Pelengkap

Bergabungnya Botha membuat dewan direksi SpaceX kini berjumlah sembilan orang. Namun perlu dicatat, dewan ini memiliki kekuasaan yang sangat terbatas. Berdasarkan dokumen SEC, Elon Musk menguasai lebih dari 80 persen hak suara di perusahaan yang kini sudah go public tersebut. Pemegang saham lain hampir tidak punya ruang untuk menantang keputusan Musk.

Musk juga memiliki kendali penuh atas perubahan komposisi dewan. Filing menunjukkan semua perubahan anggota dewan harus mendapat persetujuannya. Ini berarti posisi Botha—bersama delapan direktur lainnya—secara efektif berada di bawah kendali sang CEO.

Anggota dewan yang sudah ada antara lain Ira Ehrenpreis, Antonio Gracias, Steve Jurvetson, dan Luke Nosek yang semuanya merupakan konfiden Musk. Ada pula Gwynne Shotwell selaku COO SpaceX, eksekutif Google Donald Harrison, dan VC Randy Glein. Musk sendiri menjabat sebagai ketua dewan.

Ada Konflik Kepentingan? Keluarga Botha Sudah Bekerja di SpaceX

Dokumen SEC juga mengungkap fakta menarik: seorang “anggota keluarga” dari Botha telah bekerja di SpaceX sejak Januari 2025 sebagai anggota tim operasi perusahaan. SpaceX mengakui kompensasi anggota keluarga tersebut “melebihi ambang batas pelaporan 120.000 dolar AS” namun menegaskan jumlahnya “umumnya setara dengan rekan-rekan setingkat.”

Botha sendiri sudah lama menjadi bagian dari ekosistem SpaceX. Sequoia Capital pertama kali berinvestasi di SpaceX pada 2019 dan disebut-sebut memiliki 1,5 persen saham perusahaan sebelum IPO—setara dengan nilai lebih dari 20 miliar dolar AS.

“Elon Tidak Sempurna, Tapi Saya Kenal Dia 25 Tahun”

Dalam wawancara dengan Fortune tahun lalu, Botha bicara terbuka tentang hubungannya dengan Musk. “Saya kenal Elon selama lebih dari 25 tahun. Dia orang pertama yang menawari saya pekerjaan di Amerika. Dia percaya pada saya saat saya masih mahasiswa tak dikenal di Stanford,” ujar Botha.

“Saya sangat menghargai dan memahami bahwa dia tidak sempurna. Tidak ada dari kita yang sempurna. Dia sangat peduli untuk melakukan hal yang benar,” tambahnya.

Botha mundur dari Sequoia akhir tahun lalu di tengah tekanan publik yang dihadapi firma tersebut terkait komentar kontroversial partner Shaun Maguire yang menyerang kandidat wali kota New York. Kini ia kembali ke lingkaran dalam Musk—kali ini sebagai pengawas di perusahaan yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh satu orang.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top