CapCut AI Content Fest 2026 Tayangkan 10 Film Kreator di Layar Lebar

Penulis: Boyke Sihombing  •  Minggu, 13 September 2026 | 15:20:01 WIB
Sepuluh film pendek karya kreator Indonesia diputar perdana di layar lebar CGV Grand Indonesia, Jakarta.

KALIMANTAN UTARA — Sepuluh karya terpilih dari kreator berbagai daerah di Indonesia akhirnya naik ke layar lebar. Pemutaran berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, dengan teknologi ScreenX yang menghadirkan pengalaman menonton lebih imersif.

Para finalis sebelumnya melewati rangkaian seleksi dan pembinaan. Perjalanan kreatif mereka juga diperkenalkan lewat kampanye online bertagar #CapCutFilmNaikLayar.

Cerita Indonesia dari Kacamata Kreator Muda

Festival ini mengusung tema "Small Stories. Big Screen. One Nation". Para kreator diajak mengangkat cerita tentang identitas, budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman personal, hingga harapan terhadap masa depan bangsa.

Setiap cerita kemudian dikembangkan menjadi film pendek dengan memanfaatkan fitur penyuntingan berbasis AI di CapCut, termasuk CapCut Video Studio. Latar belakang, pengalaman, dan karakter yang ditampilkan pun beragam.

"Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar," ujar Jessica Wowor, Head of Content Operations CapCut Indonesia.

Menurut Jessica, AI Content Fest 2026 dirancang untuk membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar. Tujuannya membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dikenal dan diapresiasi lebih luas.

Penilaian Langsung dari Lima Nama Industri

Setelah pemutaran, karya para finalis mendapat penilaian dan tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif. Mereka adalah Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Masukan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari ide, visual, hingga cara menyampaikan cerita melalui film. Sesi ini menjadi kesempatan bagi kreator memperkenalkan karya ke audiens lebih luas sekaligus belajar dari profesional.

"Kami ingin kreator melihat CapCut bukan sekadar sebagai alat untuk menyunting video, tetapi sebagai ruang untuk mengeksplorasi ide dan membawa kreativitas mereka lebih jauh," kata Jessica.

Delapan Kategori Penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi, AI Content Fest 2026 memberikan penghargaan dalam delapan kategori. Berikut daftarnya:

  • Student Awards
  • Most Popular AI Microfilm
  • Special Selection Award
  • Best Story
  • Best Visual
  • Jury's Special Mention
  • Next Icon Award
  • Best AI Micro Film

AI sebagai Alat, Bukan Pengganti Kreator

Puncak acara juga diisi diskusi soal perkembangan teknologi dan masa depan industri kreatif. Hadir sebagai pembicara aktor Lukman Sardi, sineas Mouly Surya, dan kreator Gustav Anandhita.

Ketiganya sepakat AI berperan sebagai teknologi pendukung yang memperluas ruang eksplorasi dan membuat sejumlah tahapan kreatif lebih efisien. Namun arah kreatif, rasa, dan keputusan akhir sebuah karya tetap di tangan manusia.

"Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan," terang Lukman.

Mouly menyoroti potensi AI sejak tahap pengembangan. Menurutnya, teknologi membantu produser dan sutradara mengeksplorasi ide lebih awal, mencari referensi, hingga memvisualisasikan konsep sebelum masuk produksi.

Gustav melihat AI sebagai sarana eksperimen yang mempercepat proses pembuatan karya. Mulai dari mengembangkan ide, mencoba pendekatan visual, hingga melakukan iterasi dengan lebih cepat.

Kolaborasi dengan Raim Laode

Pemanfaatan AI juga ditampilkan lewat kolaborasi CapCut dengan musisi Raim Laode. Keduanya membuat video musik berbasis AI untuk single terbaru berjudul "Dunia Yang Nanti".

Video musik tersebut ditayangkan perdana pada acara puncak AI Content Fest 2026. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat masuk ke lini produksi musik, bukan hanya film pendek.

Lewat festival ini, CapCut membuka jalur baru bagi kreator Indonesia untuk menembus layar lebar tanpa harus melewati jalur produksi konvensional. Format film pendek berbasis AI berpotensi menjadi pintu masuk alternatif di industri film nasional.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: koranindopos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top