TANJUNG SELOR — Kepala daerah menilai antusiasme warga terhadap olahraga tradisional cukup tinggi sehingga kompetisi perlu dinaikkan skalanya. Selain sumpit, festival itu mempertandingkan panco, panahan tradisional, dan egrang, serta perlombaan untuk tingkat sekolah.
Pembukaan festival berlangsung di halaman kantor gubernur dengan kehadiran ribuan warga dan ratusan pegiat olahraga tradisional. Usai upacara pembukaan, Zainal bersama jajaran Forkopimda Kaltara ikut mencoba eksibisi lomba sumpit dan panco.
Zainal menyebut lomba sumpit se-Borneo akan mengundang Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Nilai hadiah juga direncanakan naik agar peserta lebih termotivasi berprestasi.
"Insyaallah tahun depan kita gelar lomba sumpit se-Borneo dengan mengundang Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Hadiahnya juga akan kita tingkatkan agar peserta semakin termotivasi untuk berprestasi," kata Zainal.
Menurut gubernur, olahraga tradisional perlu terus dilestarikan karena menjadi bagian dari budaya daerah. Cabang-cabang ini juga dinilai menjadi sarana mempererat kebersamaan warga dan mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
Zainal memberi apresiasi kepada Ketua KORMI Kaltara yang juga Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, beserta panitia penyelenggara. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Forkopimda Kaltara yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Festival ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-14 Provinsi Kaltara. Berbagai perlombaan tingkat sekolah turut memeriahkan rangkaian acara sejak pagi.
Kepada seluruh peserta, gubernur meminta sportivitas dijunjung tinggi selama pertandingan berlangsung. Festival diharapkan menjadi momentum pengembangan olahraga masyarakat di Kaltara.
"Sekali lagi, selamat bertanding kepada seluruh pegiat olahraga tradisional yang mengikuti Sport Festival KORMI Kaltara. Saya harap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi, mempererat kebersamaan, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membanggakan Kalimantan Utara," ujarnya.
Rencana lomba sumpit se-Borneo pada 2027 menjadi ujian berikutnya bagi KORMI Kaltara. Persiapan teknis, termasuk format pertandingan dan skema hadiah, belum dirinci dalam pembukaan festival.