Pencarian

Karnaval Budaya Irau Malinau Diikuti 25.000 Warga, 15 Paguyuban dan 11 Etnis Tampil Meski Diguyur Hujan

Minggu, 25 Oktober 2026 • 07:46:01 WIB
Karnaval Budaya Irau Malinau Diikuti 25.000 Warga, 15 Paguyuban dan 11 Etnis Tampil Meski Diguyur Hujan
Peserta karnaval budaya Irau ke-12 menampilkan keberagaman budaya sepanjang rute meski diguyur hujan.

MALINAU — Peserta karnaval budaya Irau ke-12 tercatat melampaui target awal. Laporan semula menyebut 12.000 peserta, namun jumlah masyarakat yang hadir saat kegiatan berlangsung mencapai lebih dari 25.000 orang.

Rombongan dilepas Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., dari Stadion Utama Malinau. Titik akhir perjalanan berada di Panggung Budaya Padan Liu' Burung, tempat Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. bersama Forkopimda dan pejabat lainnya menyambut peserta.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Karnaval Budaya Malinau

Peserta karnaval mencakup berbagai kalangan, mulai dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas sederajat. Sebanyak 15 paguyuban nusantara dan 11 etnis yang ada di Malinau turut ambil bagian.

Hujan yang turun di tengah perjalanan tidak menyurutkan semangat peserta. Mereka tetap menampilkan keberagaman budaya dengan penuh kekompakan sepanjang rute karnaval.

Bupati dan Pejabat Turun ke Lapangan di Tengah Guyuran Hujan

Melihat antusiasme peserta yang tetap berbaris meski kehujanan, Bupati Wempi bersama para pejabat dan tamu undangan ikut turun ke lapangan. Mereka menyambut langsung rombongan yang datang.

Wempi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta pihak yang berpartisipasi dalam karnaval budaya tersebut.

"Budaya adalah kita, kita adalah budaya. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat aktif dalam persiapan dan kegiatan pawai budaya pada hari ini," ucap Bupati Malinau, Wempi W. Mawa.

Karnaval Budaya Dinilai Jadi Wadah Perkuat Persatuan

Menurut Wempi, karnaval budaya bukan sekadar bagian dari perayaan hari jadi daerah. Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat persatuan dan menunjukkan kekayaan budaya masyarakat Malinau.

"Kita telah menunjukkan bagaimana indahnya persatuan, bagaimana merajut perbedaan menjadi sebuah kekuatan. Itulah Indonesia," katanya.

Bupati menyebut keikutsertaan masyarakat merupakan wujud kecintaan terhadap budaya yang tumbuh dan hidup di Kabupaten Malinau. Ia pun mengajak seluruh warga terus menjaga dan melestarikan budaya, sekaligus memelihara persatuan dan kesatuan di Bumi Intimung.

"Mari kita wujudkan pembangunan Malinau yang semakin baik, semakin maju, untuk seluruh masyarakat yang ada di Bumi Intimung yang kita cintai ini," ajaknya.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ikaen.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks