MALINAU — Pendataan tiga lembaga menempatkan Irau ke-12 sebagai salah satu perayaan budaya dengan kunjungan terbesar di Kabupaten Malinau. Angka 34.636 orang itu dihimpun Bappeda bersama BPS dan Politeknik Malinau sejak rangkaian acara dibuka hingga 25 Oktober 2026.
Perayaan kali ini dirangkai dengan HUT ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Irau berfungsi sebagai ruang hiburan bagi warga Bumi Intimung.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Irau Malinau ke-12. Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini punya nilai tambah karena terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
"Jadi, Irau Kabupaten Malinau tidak dua tahun sekali lagi, tetapi sudah ditetapkan menjadi tiap tahun di Bumi Intimung Kabupaten Malinau," ungkap Wempi saat malam penutupan di Panggung Budaya Padan Liu' Burung, Senin (26/10).
Status sebagai salah satu dari 125 event KEN 2026 dinilai membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Wempi berharap penetapan itu mendongkrak kunjungan wisatawan, memperluas promosi budaya daerah, dan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
Selama sepekan penyelenggaraan, aktivitas ekonomi di arena Irau melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Pedagang kecil, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga usaha akomodasi dan kuliner tercatat mengambil bagian dalam rangkaian acara.
Pemkab Malinau menilai tingginya kunjungan menjadi modal untuk memperkuat daya tarik wisata daerah. Pemerintah daerah juga mendorong keberlanjutan usaha masyarakat setelah rangkaian perayaan berakhir.
Penetapan Irau sebagai agenda tahunan sekaligus bagian KEN 2026 menjadi pijakan berikutnya bagi Malinau. Dua hal yang akan diuji setelah panggung Padan Liu' Burung dibongkar: seberapa jauh lonjakan kunjungan bertahan, dan seberapa lama efek ekonominya dirasakan pedagang lokal.