TANA TIDUNG — Minat masyarakat berinvestasi di sektor perkebunan sawit di Kabupaten Tana Tidung (KTT) belakangan meningkat. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat justru khawatir tren ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena masih ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar.
Kepala DPKP KTT, Rudi, mengatakan kondisi geografis daerah yang banyak memiliki lahan gambut membuat api lebih cepat menjalar. Api di kawasan gambut juga kerap tidak terlihat di permukaan karena bara bisa bertahan di bawah tanah dan kembali membesar saat tertiup angin.
Kewajiban Lapor Sebelum Buka Lahan
Rudi meminta masyarakat yang hendak membuka lahan dalam skala besar melapor terlebih dahulu ke pemerintah desa. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah setempat bisa memantau dan mengambil tindakan cepat jika terjadi kebakaran.
“Yang jelas ini kan di masyarakat lagi euforia menanam sawit dan sekarang ini hulu hilirnya nyambung artinya jelas menjanjikan. Harapan saya untuk masyarakat yang membuka lahan melapor dulu ke Pemerintah Desa karena buka lahannya kan luas,” kata Rudi, Minggu (17/5/2026).
Api di Gambut Bisa Bertahan Berhari-hari
Menurut Rudi, sebagian besar kasus karhutla dipicu kelalaian warga yang meninggalkan lokasi pembakaran sebelum api benar-benar padam. Bahaya bertambah ketika angin kencang datang dan membawa bara ke area lain.
“Biasanya muncul masalah kalau ditinggal. Pas malam ditinggal, datang angin kencang, sehingga apinya ke mana-mana, dan itulah yang susah dikendalikan. Kalau mau ditinggal, pastikan benar-benar padam,” pesan Rudi.
Ia menjelaskan, asap yang masih muncul dari lahan gambut menjadi tanda adanya bara aktif yang sewaktu-waktu bisa membesar kembali. “Kalau luasannya besar, jangan ditinggal. Harus dilaporkan ke pemerintah desa, untuk memastikan itu. Sebenarnya kalau kita lihat, jika masih ada kumpulan asap, berarti itu masih ada api, dan bisa jadi pemicu kebakaran lahan,” jelasnya.
DPKP Minta Warga Lebih Disiplin
DPKP KTT berharap masyarakat lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan lingkungan saat membuka lahan. Kewaspadaan sejak awal dinilai penting agar aktivitas perkebunan sawit tidak berubah menjadi bencana karhutla yang merugikan banyak pihak.