Pencarian

BMKG Ungkap Kombinasi Gelombang Kelvin dan Suhu Laut Hangat Picu Hujan Es di Krayan, Satu Rumah Tertimpa Pohon

Jumat, 17 Juli 2026 • 17:07:31 WIB
BMKG Ungkap Kombinasi Gelombang Kelvin dan Suhu Laut Hangat Picu Hujan Es di Krayan, Satu Rumah Tertimpa Pohon
BMKG menyatakan hujan es di Krayan dipicu kombinasi suhu laut hangat dan Gelombang Kelvin yang memperkuat pertumbuhan awan Cumulonimbus.

TARAKAN — BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan merilis analisis resmi terkait hujan es yang melanda Krayan dan Krayan Barat, Nunukan. Forecaster On Duty Muhammad Hermansyah menjelaskan bahwa fenomena ini bukan peristiwa tunggal, melainkan hasil akumulasi beberapa kondisi atmosfer yang saling menguatkan.

“Hasil analisis meteorologi menunjukkan kejadian hujan es disertai angin kencang di Krayan dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang sangat mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus,” ujar Hermansyah dalam rilis resmi, Jumat (17/7/2026).

Suhu Laut Hangat dan Gelombang Kelvin Jadi Pemicu Utama

Suhu muka laut di perairan Kalimantan Utara tercatat berada di kisaran 30–32 derajat Celsius, dengan anomali positif 0,5 hingga 1,0 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan penguapan dan menyediakan pasokan uap air melimpah untuk pembentukan awan hujan.

Pada saat bersamaan, Gelombang Kelvin terpantau aktif melintasi wilayah Kalimantan Utara. Fenomena ini, ditambah adanya perlambatan angin (konvergensi) di lapisan 925 hPa, menyebabkan massa udara terkumpul dan terdorong naik. Hermansyah menambahkan, kelembapan udara di Krayan mencapai 80–100 persen pada lapisan 925–700 mb, mendukung pertumbuhan awan konvektif hingga menjadi Cumulonimbus.

Awan Cumulonimbus Matang dalam 90 Menit, Suhu Puncak Capai Minus 69 Derajat

Citra satelit cuaca menunjukkan awan mulai tumbuh di wilayah Krayan sekitar pukul 16.00 WITA. Fase matang tercapai pada rentang 16.30 hingga 17.30 WITA, ditandai suhu puncak awan mencapai minus 69 derajat Celsius. BMKG menyebut suhu ekstrem ini mengindikasikan awan berkembang sangat tinggi dan berpotensi memicu hujan lebat, petir, angin kencang, hingga hujan es.

Data radar cuaca mengonfirmasi intensitas hujan terus meningkat sejak 16.02 WITA, mencapai puncak pada 16.57 WITA, sebelum melemah sekitar pukul 17.34 WITA.

Curah Hujan 75 Milimeter, Angin 18 Knot: Satu Rumah Tertimpa Pohon

Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring mencatat curah hujan harian mencapai 75 milimeter — masuk kategori hujan lebat — dengan kecepatan angin maksimum 18 knot. Hujan deras berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WITA.

Dampak di lapangan: satu rumah warga tertimpa pohon tumbang, sejumlah atap rumah dan tempat ibadah di Desa Long Katung terlepas akibat terjangan angin. Satu pagar rumah warga dan satu tiang radio SSB juga roboh. Hingga laporan diterbitkan, tidak ada korban jiwa. Kerugian material masih dalam pendataan.

BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Ada dalam Sepekan ke Depan

Muhammad Hermansyah menambahkan, berdasarkan analisis terkini, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara dalam tujuh hari ke depan.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun genangan air. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: juwata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks