TARAKAN — Seorang jamaah calon haji asal Tarakan, Kalimantan Utara, tutup usia di Kota Makkah, Arab Saudi, sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Informasi yang dihimpun menyebutkan jamaah tersebut meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya selama berada di Tanah Suci.
Kronologi Meninggalnya Jamaah Haji Asal Tarakan
Jamaah haji tersebut diketahui tergabung dalam kelompok terbang (kloter) embarkasi Kalimantan Utara. Ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit di Makkah setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.
Petugas kesehatan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memberikan penanganan medis maksimal, namun nyawa almarhum tidak tertolong. Jenazah kemudian langsung dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman muslim di Makkah.
Bagaimana Proses Pemulasaraan Jenazah?
Seluruh proses pemulasaraan jenazah dilakukan oleh petugas haji Indonesia yang berada di Makkah. Sesuai prosedur, jamaah yang meninggal di Tanah Suci akan dimakamkan di sana dan tidak dibawa pulang ke Tanah Air.
Keluarga almarhum di Tarakan telah menerima pemberitahuan resmi dari petugas haji melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menerima takdir tersebut.
Berapa Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal Tahun Ini?
Hingga saat ini, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi terus bertambah setiap tahunnya. Data dari Kemenag mencatat faktor usia lanjut dan penyakit bawaan menjadi penyebab utama kematian jamaah selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Petugas haji mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik dan melaporkan keluhan kesehatan sejak dini ke petugas kloter. Pemeriksaan kesehatan rutin di hotel dan pemondokan terus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapan Jamaah Haji Asal Tarakan Diberangkatkan?
Jamaah haji asal Tarakan yang meninggal tersebut tergabung dalam kloter pemberangkatan gelombang pertama. Mereka telah berada di Makkah sejak beberapa pekan lalu dan menjalani berbagai rangkaian ibadah sebelum puncak haji di Arafah.
Petugas haji memastikan seluruh hak-hak almarhum sebagai jamaah akan dipenuhi, termasuk asuransi dan badal haji (pengganti) jika diperlukan. Keluarga di Tanah Air tinggal menunggu proses administrasi dari pihak terkait.