Pencarian

InJourney Satukan 8 Hotel BUMN ke Bawah Satu Atap, Targetkan Daya Saing Global Pariwisata RI

Sabtu, 27 Juni 2026 • 19:17:31 WIB
InJourney Satukan 8 Hotel BUMN ke Bawah Satu Atap, Targetkan Daya Saing Global Pariwisata RI
InJourney resmi satukan delapan hotel BUMN dalam satu payung untuk tingkatkan daya saing global.

KALIMANTAN UTARA — InJourney menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dalam dua tahap, yakni pada 11 Juni dan 26 Juni 2026. Proses ini menjadi tonggak transformasi sektor perhotelan BUMN yang selama ini berjalan sendiri-sendiri tanpa sinergi yang jelas.

Hotel Apa Saja yang Masuk ke Dalam Satu Payung?

Tahap awal konsolidasi mencakup pengalihan unit bisnis hotel milik InJourney Group kepada InJourney Hospitality. Aset yang pertama kali digabung adalah The Manohara Hotel, Pullman Mandalika, serta lima hotel bandara yang dikelola oleh IAS Group.

Pada kesempatan yang sama, InJourney juga menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO). Langkah ini untuk menata ulang struktur kepemilikan portofolio hotel di lingkungan InJourney Group.

Mengapa Konsolidasi Ini Mendesak?

Selama ini hotel-hotel BUMN menghadapi tiga masalah utama: fragmentasi brand, standar layanan yang tidak seragam, dan operasional yang belum optimal. Akibatnya, potensi aset negara tidak tergarap maksimal.

"Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel, tetapi merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global," ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keterangan resmi.

Melalui InJourney Hospitality, perusahaan ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur. Diferensiasi yang ditawarkan adalah kekayaan heritage Indonesia sebagai nilai jual utama kepada pelanggan.

Dampak ke Masyarakat dan Industri Pariwisata

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, setiap aset hotel diharapkan mampu mencapai potensi terbaiknya. Sinergi antar hotel juga akan menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem pariwisata nasional.

InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata berperan mengorkestrasi transformasi ini. Harapannya, wisatawan domestik dan mancanegara akan merasakan peningkatan kualitas layanan yang lebih konsisten di semua hotel BUMN.

Konsolidasi ini menjadi jawaban atas tantangan fundamental yang selama ini membayangi hotel-hotel milik negara. Mulai dari standar layanan yang berbeda-beda hingga optimalisasi kinerja operasional yang belum maksimal.

Ke depan, InJourney Hospitality akan menjadi ujung tombak pengelolaan portofolio hotel BUMN. Targetnya: menghadirkan pengalaman hospitality berstandar global tanpa meninggalkan karakter khas Indonesia.

Bagikan
Sumber: tvonenews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks