KALIMANTAN UTARA — Semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan Prancis melawan Spanyol, sementara Inggris berhadapan dengan Argentina. Laga ini bukan sekadar ajang pembuktian para pemain bintang. Lebih dari itu, ini adalah panggung bagi empat juru taktik yang memiliki rekam jejak prestasi yang kontras.
Thomas Tuchel: Pemburu Gelar dari Klub ke Timnas
Thomas Tuchel menjalani pengalaman pertamanya menangani tim nasional bersama Inggris. Sebelumnya, pelatih asal Jerman itu membangun reputasi di level klub Eropa.
Karier Tuchel mulai menonjol saat membawa Borussia Dortmund juara DFB Pokal 2017. Kesuksesan berlanjut di PSG dengan dua gelar Ligue 1, Coupe de France, Coupe de la Ligue, dan dua Trophée des Champions.
Puncaknya, ia mempersembahkan Liga Champions 2020/21, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub untuk Chelsea. Setelah pindah ke Bayern Munchen, Tuchel menambah satu trofi Bundesliga 2022/23. Kini, ia berpeluang mengakhiri puasa gelar Piala Dunia Inggris sejak 1966.
Lionel Scaloni: Dari Pemain Biasa ke Pelatih Legendaris
Lionel Scaloni tidak memiliki karier internasional yang mencolok sebagai pemain. Ia hanya mencatatkan tujuh penampilan bersama tim senior Argentina.
Namun, kiprahnya sebagai pelatih justru melampaui pencapaiannya saat masih aktif. Scaloni berhasil mengakhiri penantian panjang Argentina akan gelar internasional. Di bawah arahannya, Argentina menjuarai Copa America 2021, lalu mencapai puncak dengan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Gelar itu mengakhiri puasa gelar dunia La Albiceleste selama 36 tahun.
Duel Trofi yang Menentukan
Keempat pelatih ini memiliki jalur karier yang tidak sama. Ada yang membangun reputasi di level klub, ada pula yang justru mencapai puncak bersama tim nasional.
Menariknya, mereka semua pernah merasakan mengangkat trofi bergengsi. Rekam jejak ini menjadi salah satu alasan mengapa empat negara terbaik dunia mampu melangkah hingga semifinal Piala Dunia 2026.
Pertandingan semifinal akan menjadi ajang pembuktian siapa di antara mereka yang mampu membawa timnya melaju ke partai puncak. Apakah pengalaman klub Tuchel akan mengalahkan prestasi internasional Scaloni? Atau justru De la Fuente dan Deschamps yang akan tampil dominan?