Pencarian

Bank Indonesia dan TNI AL Kirim Rp6 Miliar Uang Layak Edar ke Lima Pulau di Kaltara, 80 Persen Uang Warga Sudah Rusak

Selasa, 14 Juli 2026 • 20:53:31 WIB
Bank Indonesia dan TNI AL Kirim Rp6 Miliar Uang Layak Edar ke Lima Pulau di Kaltara, 80 Persen Uang Warga Sudah Rusak
Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut memberangkatkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dengan mengirimkan Rp6 miliar uang layak edar ke lima pulau di Kalimantan Utara.

TARAKAN — Kebutuhan masyarakat kepulauan terhadap uang rupiah yang layak edar tidak bisa menunggu mereka datang ke bank. Karena itu, Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut memilih menjemput bola dengan mengirimkan langsung uang tunai Rp6 miliar ke lima pulau di Kalimantan Utara.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi diberangkatkan dari Markas Komando Daerah Maritim (Kodaeral) XIII Tarakan, Selasa (14/7/2026). Kapal perang KRI Ajak-653 membawa tim ekspedisi menyambangi Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan.

80 Persen Uang di Kepulauan Sudah Waktunya Ditukar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Koordinator Wilayah BI Kalimantan, Haris Munandar, mengungkapkan temuan mengejutkan. Sekitar 80 persen uang yang beredar di sejumlah wilayah kepulauan sudah waktunya ditukar.

"Sekitar 80 persen uang memang sudah waktunya ditukar. Tapi bukan berarti tidak layak edar," jelas Haris.

Ia mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi uang benar-benar lusuh atau robek untuk melakukan penukaran. Layanan yang dibawa langsung ke pulau-pulau itu juga melayani permintaan uang pecahan kecil untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.

Sudah 150 Kali Berlayar, Tapi Masih Jauh dari Cukup

Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebenarnya bukan program baru. Haris menuturkan kegiatan ini telah berjalan sejak 2012. Hingga kini, sekitar 150 perjalanan telah dilakukan ke berbagai wilayah Indonesia.

"Sudah sekitar 150 kali perjalanan. Tentunya ini masih jauh dari cukup mengingat jumlah pulau berpenghuni di Indonesia sekitar 1.000 pulau," katanya.

Menurut Haris, kebutuhan terhadap rupiah berlangsung setiap hari. Karena itu, pelayanan kas harus menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan perbankan. Luasnya wilayah kepulauan menjadi tantangan besar dalam pemerataan akses uang layak edar.

Edukasi Tujuh Unsur Pengaman Rupiah

Selain melayani penukaran uang, tim ERB 2026 juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ciri-ciri keaslian rupiah. Masyarakat dikenalkan metode dilihat, diraba, dan diterawang untuk memastikan uang yang diterima asli.

Haris mengatakan sedikitnya terdapat tujuh unsur pengaman pada uang rupiah yang bisa dikenali masyarakat. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Ada banyak ciri yang bisa dikenali untuk memastikan uang tersebut asli," katanya.

BI berharap seluruh uang Rp6 miliar yang dibawa dalam ekspedisi ini bisa tersalurkan secara maksimal. "Sepanjang persediaan masih tersedia, kami akan senang jika seluruh uang yang kami bawa dapat tersalurkan," tambah Haris.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi salah satu cara BI dan TNI AL mendekatkan layanan negara kepada masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Dari Tarakan, Rp6 miliar rupiah kini berlayar menuju lima pulau, memastikan warga tetap memiliki akses terhadap uang layak edar.

Bagikan
Sumber: kaltaragrande.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks