Pencarian

Substack Luncurkan Fitur Deteksi AI, Pengguna Bisa Cek Seberapa Banyak Tulisan Dibuat oleh Mesin

Kamis, 23 Juli 2026 • 09:23:31 WIB
Substack Luncurkan Fitur Deteksi AI, Pengguna Bisa Cek Seberapa Banyak Tulisan Dibuat oleh Mesin
Substack meluncurkan fitur deteksi AI melalui kerja sama dengan Pangram untuk memperkirakan proporsi konten buatan mesin di platformnya.

KALIMANTAN UTARA — Platform newsletter Substack pekan ini mengumumkan kerja sama dengan Pangram, sebuah alat pendeteksi tulisan buatan AI. Lewat integrasi ini, pengguna aplikasi Substack bisa melihat perkiraan seberapa besar konten yang mereka baca ditulis oleh manusia dan seberapa banyak oleh kecerdasan buatan. Fitur ini berlaku untuk semua unggahan, catatan, balasan, dan komentar yang panjangnya di atas 100 karakter.

Dampak Jangka Pendek dan Panjang bagi Substack

Dalam jangka pendek, langkah ini berpotensi merugikan bisnis Substack. Banyak newsletter di platform itu yang ternyata tidak sepenuhnya ditulis oleh manusia, dan keterbukaan ini bisa menggerus kepercayaan pembaca terhadap ekosistem jurnalisme independen yang selama ini dibangun Substack.

Namun dalam jangka panjang, fitur deteksi AI justru bisa menjaga Substack dari banjir konten sampah buatan mesin—atau yang sering disebut "AI slop". Substack berharap pengguna akan lebih percaya pada konten yang jelas-jelas ditulis manusia, atau setidaknya tahu kapan mereka sedang membaca hasil karya AI.

Substack Bukan yang Pertama, Tapi Paling Terbuka

Langkah Substack ini sejalan dengan tren industri yang mulai mewajibkan pelabelan konten buatan AI. Foto dan video hasil AI sudah diberi label di media sosial, sementara layanan streaming musik mulai memberi tanda bahkan memberikan sanksi pada lagu buatan AI. Substack menjadi platform penerbitan teks pertama yang mengintegrasikan deteksi AI secara langsung ke aplikasi konsumen.

CEO Substack Chris Best menyebut fitur ini sebagai "penggunaan AI yang baik." Dalam obrolan daring dengan pendiri Pangram, Max Spero, Best mengungkapkan caranya meyakinkan penulis untuk bergabung ke Substack: "Kami akan melakukan segalanya untukmu kecuali bagian tersulitnya. Kamu harus punya ide yang layak dibaca, layak diperhatikan, layak dibagikan. Itu satu hal yang sangat sulit dan sangat berharga. Perangkat lunak harus melakukan sisanya, tapi orangnya harus melakukan bagian sulit itu."

Cara Kerja dan Opsi bagi Penulis

Fitur ini tidak dimaksudkan untuk melarang atau menghukum penulisan berbantuan AI. Substack justru mendorong kreator untuk menambahkan catatan penulis opsional yang menjelaskan proses pembuatan konten mereka—semacam pernyataan "how I make this". Penerbit juga bisa menjalankan Pangram pada draf mereka sendiri sebelum publikasi, serta melaporkan dan menghapus hasil pemindaian yang dianggap keliru pada karya mereka.

Dengan kata lain, Substack memilih pendekatan edukasi dan transparansi ketimbang penegakan aturan. Pembaca kini punya alat untuk menilai sendiri, sementara penulis punya kendali untuk mengklarifikasi proses kreatif mereka.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks