TANJUNG SELOR — Limbah plastik yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir kini disulap menjadi produk bernilai jual oleh komunitas Dedur Indonesia. Inovasi ini mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara yang menilai praktik daur ulang tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah berkelanjutan.
Dari Tumpukan Sampah Menjadi Produk Fungsional
Dedur Indonesia membuktikan bahwa plastik bekas tidak harus menjadi masalah lingkungan. Melalui proses kreatif, limbah tersebut diubah menjadi berbagai produk fungsional yang memiliki nilai ekonomis dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Kepala DLH Kaltara, Hairul Anwar, mengapresiasi langkah komunitas ini. Ia menyebut bahwa apa yang dilakukan Dedur Indonesia memberikan manfaat ganda bagi daerah.
"Dari sampah jadi karya. Produk buatan Dedur Indonesia menunjukkan bahwa plastik dapat memiliki kehidupan kedua yang jauh lebih bermanfaat. Inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat ekonomi sirkular dan menekan volume sampah melalui kreativitas," ujar Hairul Anwar Senin, (03/08/26).
Dukungan Pemprov: Fasilitasi Hingga Regulasi Baru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tidak hanya berhenti pada apresiasi. Melalui DLH, dukungan konkret akan diberikan kepada komunitas dan pelaku usaha serupa yang bergerak di bidang daur ulang.
Bentuk dukungan tersebut mencakup fasilitasi proses produksi, pendampingan manajemen usaha, hingga penguatan regulasi yang mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan pemerintahan dan masyarakat luas.
Hairul menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Pihaknya mendorong sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan produk inovatif yang memiliki daya saing.
Menumbuhkan Ekonomi Sirkular di Bumi Benuanta
Langkah Dedur Indonesia diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku usaha lokal lainnya untuk mengembangkan produk ramah lingkungan. Hal ini dinilai mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
"Ya tentunya kami berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang terinspirasi untuk mengembangkan produk ramah lingkungan sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat," ungkapnya.
DLH Kaltara menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan sampah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya mendukung visi pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular di Kalimantan Utara.