Pencarian

BI Kaltara: Perikanan Siap Jadi Penopang Ekonomi Baru Saat Kontribusi Tambang Menurun

Selasa, 04 Agustus 2026 • 15:22:31 WIB
BI Kaltara: Perikanan Siap Jadi Penopang Ekonomi Baru Saat Kontribusi Tambang Menurun
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyampaikan pandangannya mengenai potensi perikanan sebagai penopang ekonomi baru di sela-sela acara di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Bank Indonesia memandang Kalimantan Utara tidak bisa selamanya bertumpu pada sektor pertambangan yang porsinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kian tahun kian menyusut. Lembaga tersebut menilai sektor perikanan, mulai dari budidaya rumput laut hingga produk olahan, memiliki peluang terbesar untuk menjadi penopang ekonomi baru.

“Kita akui memang sektor pertambangan masih menjadi penopang ekonomi. Walaupun porsinya dari tahun ke tahun semakin menurun, saya percaya kontribusinya masih cukup besar dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara,” ujar Kepala KPwBI Kalimantan Utara, Agus Taufik, di sela-sela acara tersebut.

Modal Utama: Laut Luas dan Jaringan Ekspor

Menurut catatan BI, sektor perikanan dinilai paling siap dibandingkan sektor lainnya untuk mengambil alih peran tersebut. Kaltara memiliki area laut yang sangat luas, sebuah keunggulan geografis yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau berdasarkan catatan kami, sektor yang paling potensial setelah pertambangan adalah perikanan. Kita punya budidaya laut, rumput laut, kemudian produk perikanan dan hasil olahannya. Area laut kita juga sangat luas dan beberapa produk hasil laut sudah pernah diekspor ke beberapa negara,” jelas Agus.

Fakta bahwa sejumlah produk hasil laut asal Kaltara pernah menembus pasar internasional menjadi sinyal bahwa daya saing produk lokal tidak perlu diragukan. Hal ini juga membuktikan rantai pasok dan kualitas produk telah memenuhi standar ekspor.

Kawasan Industri Hijau Jadi Katalis Hilirisasi

Selain perikanan, Agus menyoroti peluang besar di sektor perdagangan dan industri pengolahan. Kehadiran kawasan industri hijau di Kaltara diharapkan mampu menjadi mesin penggerak hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.

“Kita juga sudah punya kawasan industri hijau. Ini bisa menjadi salah satu kawasan yang mendukung supply chain dan hilirisasi produk-produk, baik dari sektor pertambangan maupun produk lainnya yang memiliki potensi sangat baik,” tuturnya.

Perlu Kolaborasi Multipihak agar Ekonomi Tak Bergantung Tambang

Agus menegaskan bahwa pengembangan sektor-sektor non-tambang tersebut tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan dukungan nyata dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci agar struktur ekonomi Kaltara ke depan lebih berimbang dan tidak rentan terhadap fluktuasi harga komoditas tambang. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah bisa ditopang oleh fondasi yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks