NUNUKAN — Bupati Nunukan H. Irwan Sabri memimpin langsung rapat koordinasi pembahasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama jajaran Forkopimda serta perwakilan tokoh agama, adat, dan etnis. Wakil Bupati Hermanus turut mendampingi dalam forum yang digelar di Ruang VIP Forkopimda Kantor Bupati Nunukan tersebut.
Pertemuan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah atas beredarnya unggahan bermuatan provokatif berbau SARA di media sosial yang sempat memicu kekhawatiran warga. Bupati menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini harus mengedepankan kebersamaan, bukan perpecahan.
"Nunukan adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui kebersamaan dan toleransi," tegas Irwan Sabri dalam arahannya.
Polisi Pastikan Penanganan Hukum Berjalan
Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni memastikan aparat kepolisian telah menangani perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengapresiasi sikap masyarakat yang tetap menjaga situasi tetap kondusif di tengah beredarnya informasi provokatif.
Bupati Irwan Sabri secara khusus mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam merespons persoalan ini. Menurutnya, penegakan hukum yang transparan menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap aparat tetap terjaga.
Warga Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Wakil Bupati Hermanus mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkembang di media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan yang aman, damai, dan harmonis.
Senada dengan itu, Kapolres Nunukan mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Informasi yang belum dipastikan kebenarannya sebaiknya tidak disebarkan, dan penanganan perkara diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai prosedur.
Tokoh Adat Sepakat Gelar Deklarasi Damai
Forum yang berlangsung tertutup ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Para tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan paguyuban menyatakan komitmennya untuk menjaga persatuan dan mendukung penyelesaian melalui jalur hukum serta musyawarah.
Komunikasi antar etnis akan diperkuat untuk mempertahankan kerukunan yang selama ini terjalin di Kabupaten Nunukan. Selain itu, koordinasi lintas elemen masyarakat juga akan ditingkatkan sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Salah satu keputusan yang dinantikan publik adalah rencana digelarnya deklarasi damai. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh komponen masyarakat Nunukan dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi provokatif yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan menjamin situasi di Nunukan tetap terkendali.