KALIMANTAN UTARA — Pembangunan gedung baru untuk Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) memasuki babak penyelesaian akhir. Kontraktor pelaksananya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), memastikan seluruh fasilitas penunjang pendidikan akan siap digunakan pada semester ganjil tahun ajaran 2026.
Pekerjaan yang tengah berlangsung kini berfokus pada penyelesaian arsitektur bangunan, instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta finishing ruang praktik. WSBP juga melakukan pengendalian mutu di setiap tahapan agar seluruh sarana pembelajaran berfungsi sesuai standar teknis.
Fasilitas Mini Hospital untuk Simulasi Kesehatan
Salah satu andalan gedung ini adalah area praktik kesehatan berkonsep mini hospital. Fasilitas ini dirancang menyerupai lingkungan pelayanan kesehatan sungguhan, sehingga mahasiswa bisa mendapat pengalaman belajar aplikatif sebelum terjun ke dunia kerja.
Di dalam area tersebut terdapat Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), ruang triase, ruang medikal bedah, serta sejumlah ruang praktik lainnya. WSBP menyebut pengujian fungsi fasilitas dilakukan secara bertahap, termasuk simulasi alur pelayanan pasien, agar semuanya beroperasi optimal saat digunakan.
Dukungan untuk Pendidikan Vokasi Kesehatan
Gedung ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik. Kehadiran laboratorium dan fasilitas kesehatan terintegrasi diharapkan meningkatkan kompetensi lulusan Poltera, khususnya dalam menghadapi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Madura dan sekitarnya.
Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pendidikan vokasi di daerah. Dengan selesainya gedung ini, Poltera akan memiliki kapasitas lebih besar untuk menerima mahasiswa baru di jurusan kesehatan serta menyelenggarakan pelatihan keterampilan klinis secara lebih profesional.
WSBP sendiri merupakan anak usaha PT Waskita Karya yang fokus pada bisnis beton pracetak dan jasa konstruksi. Proyek gedung pendidikan ini menjadi salah satu portofolio perseroan di luar proyek infrastruktur jalan dan jembatan, sekaligus bukti ekspansi bisnisnya ke segmen gedung bertingkat.
Dengan target penyelesaian akhir Agustus 2026, proses serah terima aset kepada pihak kampus dijadwalkan berlangsung setelahnya, sehingga gedung dapat segera difungsikan untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa.