KALIMANTAN UTARA — Menjelang puncak perayaan kemerdekaan, PLN UID Kalbar menggelar Apel Siaga Kelistrikan di Lapangan PLN UP3 Pontianak, Jalan Ahmad Yani, pada Jumat (14/8). Apel ini menjadi sinyal bahwa seluruh lini operasional, mulai dari gardu induk hingga jaringan distribusi, telah masuk dalam status siaga penuh.
Dari total 1.551 personel yang diterjunkan, rinciannya adalah 271 personel internal PLN, 25 personel khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), dan 1.255 personel Tenaga Alih Daya (TAD) serta mitra kerja. Mereka didukung 100 unit peralatan pendukung dan 356 unit kendaraan operasional yang siap bergerak kapan saja.
Fokus Pengamanan di 25 Titik VVIP dan SPKLU
PLN memprioritaskan keandalan listrik di 25 lokasi VVIP dan VIP, mencakup kantor pemerintah daerah, dinas terkait, lapangan upacara, hingga pusat kegiatan masyarakat. Area-area ini menjadi pusat konsentrasi massa selama rangkaian perayaan, sehingga risiko gangguan listrik harus ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, PLN juga menyiagakan 57 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 54 lokasi. Langkah ini mengantisipasi lonjakan mobilitas pemudik atau wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik selama libur panjang kemerdekaan.
Respons Cepat dan Koordinasi dengan Aparat Keamanan
Senior Manager Distribusi PLN UID Kalimantan Barat, Salmon Kareth, menegaskan bahwa petugas piket disiagakan penuh selama 24 jam. Tim juga dibekali genset mobile dan kendaraan reaksi cepat agar setiap laporan gangguan bisa ditangani dalam hitungan menit.
"Sejak beberapa hari terakhir, tim kami telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan listrik di sekitar lokasi VVIP dan VIP, termasuk pengecekan gardu, tiang, dan jaringan kabel yang rawan terganggu. Kami juga berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh titik kegiatan tetap terang selama perayaan berlangsung," jelas Salmon.
PLN mengimbau masyarakat ikut menjaga keselamatan ketenagalistrikan dengan tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Kawat layangan yang menyentuh jaringan berpotensi memicu gangguan pasokan. Masyarakat juga diminta berhati-hati saat memasang umbul-umbul, bendera, atau baliho dekorasi agar tidak mengenai kabel listrik.
Jika menemukan gangguan kelistrikan, masyarakat dapat melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center PLN 123. Seluruh laporan akan direspons cepat oleh petugas yang sudah berjaga di posko-posko siaga.
Dengan kesiapan personel dan peralatan yang maksimal, PLN berkomitmen menjaga momen sakral peringatan kemerdekaan tetap berjalan khidmat tanpa hambatan kelistrikan di Kalimantan Barat.