TANJUNG SELOR — Pengalaman bertanding di ajang Pornas KORPRI menjadi modal bagi Gateball Kaltara untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini identik dengan kompetisi antar-ASN. Cabang olahraga ini kini tengah menyusun cetak biru pembinaan yang lebih terstruktur, tidak lagi sekadar mengandalkan rutinitas latihan internal.
Rencana penguatan tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Gateball Kaltara dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara. Pertemuan itu membahas peta jalan pembinaan, persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), serta mekanisme penjaringan atlet potensial.
Pelatih dan Wasit dari Banjarmasin Bakal Didatangkan
Pengurus menilai penguatan sumber daya manusia menjadi kebutuhan paling mendesak. Pembinaan dalam waktu dekat tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga perangkat pertandingan dan pelatih.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, tenaga berpengalaman dari Banjarmasin direncanakan didatangkan memberikan pelatihan. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan standar kualitas wasit sekaligus kapasitas pelatih dalam menyusun program latihan yang berkelanjutan.
Regenerasi Atlet Jadi Kunci Menuju Porprov
Gateball Kaltara mulai menyiapkan agenda sosialisasi dan penjaringan atlet baru. Langkah ini menjadi pintu masuk bagi talenta muda yang ingin mengenal cabang olahraga yang mayoritas pemainnya berasal dari kalangan aparatur sipil negara tersebut.
Atlet yang terjaring nantinya akan menjalani pembinaan bertahap. Mereka diproyeksikan tampil pada Porprov dengan tingkat persaingan yang lebih ketat dibanding turnamen internal.
Mengapa Gateball Butuh Sistem, Bukan Sekadar Pengalaman
Pengurus menilai pengembangan Gateball tidak cukup hanya mengandalkan jam terbang bertanding. Dibutuhkan sistem pembinaan terarah agar peningkatan kemampuan atlet berlangsung konsisten dan terukur.
Meski terbilang baru berkembang di Kaltara, Gateball telah memiliki rekam jejak di Pornas KORPRI. Pengalaman tersebut kini dijadikan fondasi untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih luas, dengan harapan melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.