TANJUNG SELOR — Penumpang bus DAMRI di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, mendapat kabar baik pada Minggu (14/6/2026). Tarif untuk sejumlah trayek perintis resmi turun, meringankan ongkos perjalanan warga yang selama ini bergantung pada moda transportasi darat tersebut.
Penurunan tarif ini berlaku untuk rute Tanjung Selor menuju sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya. Beberapa trayek yang tercatat mengalami penyesuaian harga antara lain Tanjung Selor–Tanjung Palas dan Tanjung Selor–Sekatak.
Untuk rute Tanjung Selor–Tanjung Palas, tarif sebelumnya Rp 25.000 kini turun menjadi Rp 20.000 per orang. Sementara itu, trayek Tanjung Selor–Sekatak yang sebelumnya Rp 35.000 kini dibanderol Rp 30.000.
Pada hari Minggu, DAMRI mengoperasikan dua kali perjalanan pulang-pergi untuk setiap rute. Keberangkatan pertama dari Terminal Induk Tanjung Selor pukul 07.00 WITA, disusul jadwal kedua pukul 13.00 WITA.
Penumpang diimbau datang lebih awal karena kapasitas bus terbatas, terutama pada akhir pekan. Tiket bisa dibeli langsung di loket terminal atau melalui agen resmi DAMRI.
Tarif perintis adalah tarif yang disubsidi pemerintah untuk menjaga aksesibilitas transportasi di daerah terpencil. Penurunan tarif ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah.
“Kami bersyukur tarif turun. Ini sangat membantu kami yang setiap hari bolak-balik ke kota untuk jualan,” ujar Siti, salah satu penumpang reguler DAMRI rute Tanjung Selor–Tanjung Palas.
Bagi warga yang baru pertama kali menggunakan DAMRI di Tanjung Selor, pastikan mengecek jadwal terbaru melalui aplikasi atau media sosial resmi DAMRI. Tiket juga bisa dipesan secara daring untuk menghindari kehabisan kursi.
Penumpang diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di dalam bus, terutama jika sedang tidak enak badan. Masker masih dianjurkan di ruang tertutup seperti kendaraan umum.