KALIMANTAN UTARA — Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu tidak main-main dalam gebrakan tahun ini. Dari 72 model yang diperkenalkan, Samsung membagi jajaran ke dalam beberapa kategori: Micro RGB, OLED, Neo QLED, The Frame, Mini LED, dan UHD TV. Semuanya mengusung mesin kecerdasan buatan (AI) yang diklaim sanggup mengolah gambar, suara, hingga personalisasi konten secara otomatis.
Micro RGB: Teknologi Baru yang Bikin Mata Betah
Bintang utama peluncuran kali ini adalah Micro RGB. Berbeda dari OLED yang mengandalkan piksel organik, Micro RGB menggunakan chip LED mikroskopis berwarna merah, hijau, dan biru sebagai piksel individual. Hasilnya? Akurasi warna dan kontras yang disebut-sebut mendekati sempurna, tanpa risiko burn-in seperti pada panel OLED lama.
Samsung tidak merinci harga varian Micro RGB dalam siaran resmi, tapi secara hierarki produk, lini ini diposisikan di atas Neo QLED dan OLED—artinya, banderolnya pasti selangit.
Neo QLED dan OLED: Upgrade AI yang Lebih Pintar
Bagi yang budget-nya tidak cukup untuk Micro RGB, lini Neo QLED dan OLED 2026 tetap jadi andalan. Samsung membenamkan prosesor NQ4 AI Gen3 di model-model tertentu. Chip ini bertugas menganalisis konten secara real-time—menyesuaikan kecerahan, ketajaman, dan suara berdasarkan genre film atau acara yang sedang ditonton.
Fitur personalisasi konten juga diperluas. TV bisa mengenali preferensi pengguna dari riwayat tontonan dan menyarankan rekomendasi tanpa perlu pencarian manual. Cocok buat yang malas bolak-balik ganti aplikasi streaming.
The Frame dan Mini LED: Pilihan buat Pecinta Gaya dan Performa
Lini lifestyle The Frame juga kebagian pembaruan. TV yang bisa menyamar sebagai lukisan dinding ini kini mendukung refresh rate 120Hz native—berita baik buat gamer yang ingin TV estetis tanpa mengorbankan responsivitas. Sementara itu, jajaran Mini LED hadir sebagai opsi menengah: kualitas cahaya latar yang presisi dengan harga lebih ramah ketimbang OLED.
Model UHD standar tetap dijual untuk segmen entry-level, meski detail spesifikasinya belum diumumkan secara terpisah.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia: Masih Tanda Tanya
Samsung belum membeberkan harga lengkap setiap varian di India. Namun, melihat strategi tahun-tahun sebelumnya, lini Neo QLED 2026 diperkirakan mulai dari kisaran Rs 80.000 (sekitar Rp 15,5 juta) untuk ukuran 55 inci, sementara OLED dan Micro RGB bisa melambung jauh di atasnya.
Soal ketersediaan di Indonesia, hingga artikel ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Samsung Electronics Indonesia. Biasanya, jajaran TV global Samsung tiba di pasar lokal dalam rentang 2-3 bulan setelah peluncuran India. Konsumen Tanah Air yang sudah tidak sabar bisa memantau kanal resmi Samsung Indonesia atau gerai ritel mitra.
Buat Siapa TV Ini Paling Cocok?
Jajaran Vision AI 2026 jelas menyasar segmen yang berbeda. Micro RGB dan OLED premium untuk penggemar home theater yang menuntut kualitas gambar setara bioskop. Neo QLED dan Mini LED jadi pilihan rasional buat keluarga yang ingin performa tinggi tanpa merogok kocek terlalu dalam. Sementara The Frame dan UHD cocok bagi yang prioritas utamanya desain interior atau anggaran terbatas.
Satu hal yang pasti: persaingan TV premium di India makin panas. Dengan 72 model anyar, Samsung ingin memastikan tidak ada celah pasar yang terlewat. Kini tinggal menunggu apakah strategi serupa akan diterapkan di Indonesia.