Pencarian

Dua Tahun Pertama Jadi Penentu, IESR Beberkan Peta Jalan Program PLTS 100 GW

Sabtu, 30 Mei 2026 • 12:49:55 WIB
Dua Tahun Pertama Jadi Penentu, IESR Beberkan Peta Jalan Program PLTS 100 GW
Peta jalan PLTS 100 GW menekankan dua tahun pertama sebagai fase persiapan krusial.

KALIMANTAN UTARA — Pemerintah serius mempercepat pengembangan energi surya skala besar. Targetnya, membangun PLTS berkapasitas 100 GW untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional dan mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT). Namun, IESR mengingatkan, ambisi ini tidak bisa terwujud secara instan.

"Kunci keberhasilannya untuk bisa deliver dalam waktu 5 tahun, itu ada di fase perencanaan dan persiapan," ujar CEO IESR, Fabby Tumiwa, dalam media briefing, Jumat (29/5/2026).

Regulasi hingga Industri Lokal Jadi Sandungan

Menurut Fabby, sejak September tahun lalu IESR diminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menyusun strategi implementasi. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan program 100 GW terintegrasi dengan kebijakan dan infrastruktur yang sudah ada. Termasuk kesiapan desa, koperasi, dan jaringan kelistrikan PLN.

"Kalau Indonesia mau 100 gigawatt, industri-nya ada gak sih? Industri solar panelnya, baterainya ada gak sih?" tegas Fabby.

Pertanyaan itu mendasari kajian IESR. Mereka menilai, pembangunan PLTS skala besar membutuhkan perencanaan detail, mulai dari standarisasi modul surya dan baterai hingga kesiapan logistik antarwilayah. Contoh sederhana, ukuran modul surya harus disesuaikan dengan kondisi transportasi dan pelabuhan di berbagai daerah agar distribusi proyek efisien.

"Kita gak membuat legenda 100 gigawatt ini ya. Tapi ini sesuatu yang perlu direncanakan. Karena skalanya besar," ujarnya.

Task Force Nasional dan Akselerasi 2028

IESR mengusulkan pembentukan task force nasional yang melibatkan sejumlah kementerian untuk mempercepat koordinasi. Kemenko Perekonomian dan Kemenko Pangan dinilai tepat memimpin karena membawahi sektor industri, energi, koperasi, hingga pembangunan desa.

Dalam peta jalan yang dirilis, IESR membagi implementasi dalam dua fase. Dua tahun pertama adalah fase persiapan, mencakup penyiapan regulasi, rantai pasok, model bisnis, dan sumber daya manusia. Setelah itu, tahap uji coba dan akselerasi proyek akan dimulai pada 2028 hingga 2030.

Program ini menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat bauran energi bersih. Namun, tanpa kesiapan industri dan tenaga kerja lokal, target ambisius 100 GW hanya akan tinggal wacana.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks