TARAKAN — Rencana penyesuaian tarif transportasi online di Kota Tarakan akhirnya memasuki tahap penyusunan. Dishub Kalimantan Utara menggelar rapat pembahasan bersama para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pengemudi dan aplikator, untuk merumuskan skema tarif yang lebih berkeadilan.
Pendapatan Driver Terus Tertekan Sejak 2023
Keluhan utama yang mengemuka dari para pengemudi adalah ketimpangan antara biaya operasional dan pendapatan yang diterima. Seorang perwakilan driver yang hadir dalam rapat menyebut bahwa sejak awal 2023, banyak rekan mereka yang mengeluhkan margin keuntungan yang semakin tipis.
“Kami berharap tarif baru ini bisa menaikkan pendapatan kami. Selama ini, setelah dipotong biaya bensin dan servis, sisanya sangat kecil,” ujar salah satu pengemudi yang enggan disebutkan namanya.
Dishub Kaltara: Tarif Baru Akan Berbasis Zonasi dan Jarak Tempuh
Kepala Dishub Kalimantan Utara menyatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji ulang struktur tarif yang berlaku. Rencananya, tarif baru akan dibedakan berdasarkan zonasi wilayah dan jarak tempuh, bukan lagi tarif flat yang selama ini dinilai tidak fleksibel.
“Kami ingin ada keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan keterjangkauan harga bagi pengguna jasa. Proses ini masih berlangsung dan kami targetkan rampung dalam waktu dekat,” kata Kepala Dishub dalam rapat tersebut.
Kapan Tarif Baru Mulai Berlaku?
Hingga saat ini, Dishub belum menetapkan tanggal pasti pemberlakuan tarif baru. Namun, pihaknya memastikan bahwa seluruh masukan dari pengemudi dan aplikator akan diakomodasi dalam rancangan final. Sosialisasi kepada publik direncanakan setelah draf tarif selesai disusun.
Para pengemudi berharap agar proses ini tidak berlarut-larut. Mereka mendesak agar tarif baru segera diimplementasikan sebelum tekanan biaya operasional semakin membebani.
Bagaimana Dampaknya bagi Penumpang?
Penyesuaian tarif diprediksi akan berdampak pada ongkos yang dibayarkan penumpang. Namun, Dishub menjamin bahwa kenaikan tidak akan drastis karena tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat Tarakan. “Kami tidak ingin memberatkan pengguna, tapi juga tidak boleh merugikan driver,” tegasnya.
Dengan adanya kepastian ini, para pengemudi di Tarakan kini bisa sedikit bernapas lega. Mereka berharap pendapatan yang lebih layak bisa segera terwujud dalam waktu dekat.