Wawancara yang dipublikasikan pekan lalu ini menjadi langka karena para developer biasanya enggan membahas dinamika internal antarstudio Call of Duty—Infinity Ward, Treyarch, dan Sledgehammer. Cecot dan Reynolds justru menyambutnya dengan perumpamaan es krim.
"Saya suka menganggap Treyarch dan Sledgehammer sebagai varian rasa yang berbeda. Stroberi, vanila, dan cokelat—semuanya enak, tapi rasanya lain," kata Reynolds. "Kami sangat fokus memaksimalkan rasa kami sendiri."
Persaingan Sehat yang Mendefinisikan Ulang Call of Duty
Cecot menegaskan bahwa pernyataan "Infinity Ward games hit different" bukanlah bentuk merendahkan studio lain. "Kami punya sejarah mendorong kualitas. Sejak Modern Warfare 2019, kami berusaha merevitalisasi franchise dengan kembali ke akar," ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap studio punya "swim lane" masing-masing—Infinity Ward sengaja tidak mengadopsi omnimovement atau wall bounce ala Black Ops karena itu bukan DNA Modern Warfare.
Yang menarik, kedua developer mengakui bahwa Modern Warfare 3—yang sebagian besar dikembangkan oleh Sledgehammer—memberi pelajaran berharga. "Beberapa perubahan yang mereka buat justru terasa enak. Kami mundur selangkah, melihat game kami dari MW2019 ke MW2, lalu menulis ulang sistem mantle dari nol," kata Cecot. Hasilnya: mantle kini mempertahankan momentum, pemain bisa strafe saat melakukannya, dan langsung transisi ke sliding.
SBMM dan "Update Requires Restart": Dua Momok yang Sedang Diperbaiki
Salah satu topik paling panas di komunitas Call of Duty adalah skill-based matchmaking. Cecot mengonfirmasi bahwa timnya bekerja sama dengan Demonware—studio yang menangani jaringan Call of Duty—untuk meninjau sistem matchmaking di Black Ops 7. "Kami belum punya detail spesifik untuk dibagikan sekarang, tapi akan ada komunikasi lebih lanjut sebelum peluncuran," janjinya.
Soal "update requires restart" yang sudah menjadi meme di kalangan pemain, Reynolds mengaku: "Kami juga membencinya. Ini sedang dikerjakan, kami ingin membunuh fitur itu."
Apex Attachments dan Masa Depan Gunsmith
Infinity Ward memperkenalkan sistem apex attachments di Modern Warfare 4—modifikasi akhir dari proses leveling senjata yang mengubah perilaku secara fundamental, bukan sekadar menaikkan angka. "Kami ingin pemain merasa 'ini sepadan' saat mencapai level maksimal," kata Reynolds. Ia membandingkannya dengan era Modern Warfare 2 (2009) di mana pemain melihat killcam dan berkata, "Damn, I want that."
Cecot menambahkan bahwa sistem ini mendekatkan Call of Duty ke feel classic shooter seperti Unreal Tournament. "Underbarrel system kami jadi gila," katanya sambil tersenyum.
Kampanye "Ripped from the Headlines" dan Pilihan Lokasi yang Aman
Ditanya apakah semakin sulit membuat kampanye yang terinspirasi berita dunia nyata ketika realitasnya sudah begitu mengerikan, Cecot menjawab: "Kami produk hiburan. Sama seperti film yang tetap bisa mengangkat konten berat, kami melihatnya melalui lensa yang sama."
Ia juga mengonfirmasi bahwa pemilihan lokasi seperti Korea bukanlah kebetulan. "Kami ingin globetrotting dan menyasar audiens luas—baik Amerika, Eropa, maupun Korea."
Satu hal yang sengaja dihindari dalam wawancara: Warzone. "Kami belum siap membahasnya," kata Cecot. "Tapi kami mengerjakan original Warzone dan mengarahkannya, jadi kami bersemangat untuk berbagi lebih banyak—tapi belum sekarang."