KALIMANTAN UTARA — Banjir besar yang merendam permukiman di Guangxi tidak hanya melumpuhkan akses jalan, tetapi juga memutus aliran listrik di sejumlah daerah. Dalam situasi tersebut, pemilik New Energy Vehicle (NEV), khususnya merek BYD, secara sukarela menyediakan kendaraan mereka sebagai sumber energi untuk warga sekitar.
Fitur V2L Ubah Mobil Jadi Pembangkit Mini
Fitur V2L memungkinkan energi dari baterai mobil dikonversi dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) melalui inverter bawaan. Sistem ini menyediakan soket AC atau adaptor khusus sehingga perangkat seperti gawai pintar bisa langsung dicolokkan.
“Pemilik New Energy Vehicle (NEV) di Tiongkok mengandalkan mobil mereka untuk mendapatkan listrik dan menggunakan fitur Vehicle-to-Load (V2L),” tulis laporan CarNewsChina, Minggu (12/07). Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, satu unit mobil listrik atau hybrid disebut mampu mengisi daya 20 hingga 30 gawai pintar secara bersamaan.
Bukan Fenomena Baru, Henan 2021 Jadi Preseden
Pola serupa tercatat ketika Provinsi Henan dilanda banjir besar pada 2021. Kala itu, mobil listrik juga menjadi andalan warga untuk menjaga komunikasi tetap hidup. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga aset tanggap darurat.
Fitur V2L umumnya dapat dioperasikan saat kendaraan dalam kondisi berhenti atau parkir, dengan syarat daya baterai berada di atas 80 persen. Sekitar 20 persen dari kapasitas penyimpanan daya disediakan khusus untuk kebutuhan V2L, sehingga fungsi utama mobil tidak terganggu.
Dari China ke Indonesia: Peluang Adopsi V2L
Di Indonesia, tren mobil listrik mulai menggeliat. Wuling, misalnya, telah membuka pemesanan untuk model Aira EV yang disebut-sebut bakal lebih murah dari Air ev. Namun, kesiapan infrastruktur dan literasi publik terhadap fitur seperti V2L masih menjadi pekerjaan rumah.
Bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Indonesia—seperti banjir di Jakarta, Bandung, atau Samarinda—menimbulkan pertanyaan: apakah fitur V2L bisa menjadi solusi darurat serupa di dalam negeri? Regulasi teknis dan standar keamanan dari Kementerian Perindustrian maupun Kementerian ESDM akan menjadi faktor penentu adopsi teknologi ini secara luas.