TARAKAN — Sebanyak sembilan sekolah menengah atas di Kalimantan Utara beradu pengetahuan dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 yang digelar di Tarakan. Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang berharap ajang ini mampu mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan kuat.
“Semoga dari ajang ini lahir generasi muda Kalimantan Utara yang cerdas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” kata Zainal dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Sekolah yang Berlaga: Wakil dari Nunukan hingga Malinau
Kesembilan sekolah yang berlaga mewakili hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltara. Mereka adalah SMAN 1 Nunukan, SMAN 3 Tarakan, SMAN 1 Tarakan, SMAN 1 Tanjung Selor, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 2 Tarakan, SMAN TU 1 Tana Tidung, SMAN 8 Malinau, dan SMAN 1 Tanjung Palas Timur.
Setiap sekolah mengirimkan wakil terbaiknya setelah melalui proses seleksi internal. “Kehadiran anak-anakku sebagai wakil sekolah merupakan buah dari kerja keras, semangat belajar, serta dedikasi yang patut dibanggakan,” ujar Zainal di hadapan para peserta.
Empat Pilar Bukan Hanya Hafalan, Tapi Pedoman Hidup
Zainal menekankan bahwa materi Empat Pilar MPR RI — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — tidak boleh sekadar dihafal untuk menang lomba. Nilai-nilai itu harus dipahami utuh dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Di sanalah letak kekuatan bangsa Indonesia, yakni ketika nilai-nilai luhur tersebut menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegasnya.
Menurut Zainal, pendidikan karakter sama pentingnya dengan prestasi akademik. Bangsa yang besar tidak hanya butuh generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, cinta tanah air, dan semangat gotong royong.
Kaltara di Perbatasan: Butuh Generasi Berwawasan Kebangsaan
Gubernur mengingatkan posisi strategis Kalimantan Utara sebagai provinsi perbatasan negara. Wilayah ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Di sisi lain, Kaltara juga dihuni masyarakat dari beragam suku, agama, dan budaya.
“Kaltara membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dan berdaya saing, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, mampu menjaga harmoni sosial, serta menjadikan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Zainal.
Persiapan Menuju Bonus Demografi 2045
LCC ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045, ketika bonus demografi akan mencapai puncaknya. Zainal menyebut generasi muda saat ini akan menentukan berhasil atau tidaknya cita-cita besar bangsa.
“Ini merupakan peluang emas apabila dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan yang berkualitas, pembinaan karakter, dan penguatan ideologi kebangsaan. Sebaliknya, apabila tidak dikelola dengan baik, bonus demografi justru akan menjadi beban pembangunan,” tuturnya.
Melalui lomba ini, para pelajar diajak mengasah kemampuan berpikir kritis, kerja sama, sportivitas, dan kecintaan terhadap NKRI. Zainal berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk terus berkembang dan menginspirasi pelajar lainnya di Kaltara.