Pencarian

BMKG Sebut Dua Sesar Aktif di Kaltara, Sesar Tarakan dan Berau-Tanjung Mangkaliat Picu Gempa Kecil

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:12:01 WIB
BMKG Sebut Dua Sesar Aktif di Kaltara, Sesar Tarakan dan Berau-Tanjung Mangkaliat Picu Gempa Kecil
Warga melintas di dekat peta zona rawan bencana di Bulungan, Kalimantan Utara, Senin (24/8/2026).

BULUNGAN — Peringatan ini disampaikan menyusul rentetan gempa yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk gempa susulan di Flores, NTT, dan efek getaran dari gempa Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, yang sempat dirasakan warga Tanjung Selor. Fenomena itu menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di sekitar Kaltara terus berlangsung.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Agus, mengatakan keberadaan dua sesar aktif tersebut membuat wilayah Kaltara tidak sepenuhnya bebas dari ancaman kegempaan. Meski selama ini aktivitas yang terekam didominasi gempa bermagnitudo kecil, potensi gempa besar dengan dampak lebih luas tetap terbuka.

Catatan Sejarah Gempa dan Tsunami di Perairan Tarakan

Menurut Agus, potensi gempa berkekuatan lebih besar bukan sekadar skenario terburuk. Catatan kegempaan di wilayah sekitar Kaltara pernah mencatat adanya gempa cukup besar yang berpusat di perairan Tarakan dan memicu tsunami.

"Untuk potensi gempa besarnya pasti akan suatu saat akan terjadi. Catatan sejarah sendiri pernah gempa cukup besar terjadi di perairan Tarakan dan itu menimbulkan tsunami," ujarnya, Ahad (23/8/2026).

Agus menuturkan, pusat gempa yang jauh pun tetap bisa dirasakan masyarakat Kaltara. Hal ini terbukti dari getaran gempa Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu yang efeknya sampai ke wilayah ini, kendati jaraknya cukup jauh.

Mitigasi Bencana Harus Disiapkan Sejak Dini

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat upaya mitigasi. Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat gempa terjadi, tetapi perlu dipersiapkan melalui edukasi dan pemetaan risiko.

"Langkah pemerintah daerah, terutama untuk mitigasi bencana, memang setidaknya harus dipersiapkan sejak awal," kata Agus.

Ia menambahkan, penguatan sistem peringatan dan respons kebencanaan juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Masyarakat diimbau tidak menyepelekan risiko gempa meski getaran yang dirasakan selama ini tergolong kecil.

Perangkat Pemantauan di Kaltara: Radar Cuaca Tarakan dan Sensor di Tana Tidung

Untuk mendukung pengamatan, BMKG menyiagakan sejumlah perangkat di Kaltara. Pemantauan cuaca mengandalkan radar cuaca yang berada di Tarakan, sementara sensor gempa ditempatkan di Kabupaten Tana Tidung.

"Untuk deteksi dini cuaca kami ada di Tarakan, ada radar cuaca. Kalau untuk sensor gempa ada satu di Kabupaten Tana Tidung punya BMKG," pungkasnya.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks