TARAKAN — Kolaborasi lintas sektor menjadi kata kunci dalam aksi sosial yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Tarakan. Bukan sekadar seremonial kebersihan, kegiatan ini menyasar langsung persoalan drainase yang selama ini menjadi pemicu utama genangan saat hujan deras melanda.
Muhammad Yunus yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa pembersihan saluran air tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Apalagi, saat ini Pemkot Tarakan tengah berhadapan dengan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang memaksa efisiensi di berbagai lini.
Dukungan Nyata di Tengah Pemangkasan TKD
Di sela-sela kegiatan, legislator tersebut menyebut keterbatasan anggaran justru menjadi momentum bagi semua elemen untuk bergotong royong. Kehadiran partai politik dan organisasi masyarakat dalam aksi ini dinilai meringankan beban pemerintah kota.
"Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan penuh DPRD Kota Tarakan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi di tengah kondisi efisiensi APBD akibat adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), pemerintah daerah tentu butuh dukungan dari semua pihak," ujarnya di lokasi kerja bakti.
Saluran Tersumbat Jadi Biang Keruh Banjir
Yunus menjelaskan, akumulasi sampah dan sedimentasi yang dibiarkan menumpuk di drainase menjadi penyumbat utama laju air. Kondisi ini diperparah ketika intensitas hujan tinggi, sehingga air meluap ke pemukiman warga dalam hitungan jam.
"Aksi ini bertujuan langsung untuk mengurangi risiko banjir. Banyaknya sampah dan sedimentasi di saluran air maupun drainase selama ini menjadi penyumbat utama laju air saat terjadi hujan deras. Karena itu, pengerukan dan pembersihan seperti ini sangat penting," tegasnya.
Wali Kota Turun Langsung ke Lapangan
Kegiatan yang berpusat di Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur itu turut dihadiri Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Pemkot Tarakan juga tampak hadir membaur dengan warga.
Pemilihan Masjid Raya Baitul Izzah Islamic Centre sebagai titik pusat bukan tanpa alasan. Kawasan ikonik tersebut menjadi salah satu wajah Kota Tarakan yang kerap menjadi sorotan, sekaligus area yang rawan terdampak genangan jika drainase di sekitarnya tidak terawat.
Membangun Kesadaran Mandiri Warga
Lebih jauh, Muhammad Yunus mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menunggu program pemerintah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal paling kecil di sekitar tempat tinggal masing-masing.
"Saya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Tarakan agar terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama," tutupnya.